Ekonomi & Bisnis

Haili Yoga Dorong Produktivitas dan Kebangkitan Kopi Gayo

Bambang Iskandar Martin
×

Haili Yoga Dorong Produktivitas dan Kebangkitan Kopi Gayo

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat menghadiri Diskusi Publik Sektor Perkebunan bersama Ketua TP PKK Aceh Tengah di perkebunan kopi milik Zaini, Kampung Blang Gele, Kecamatan Bebesen, Sabtu, 26 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Takengon – Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mendorong penguatan kapasitas penyuluh dan petani sebagai langkah meningkatkan produktivitas Kopi Gayo yang disebut mengalami penurunan di tengah tingginya permintaan pasar internasional.

Hal itu disampaikan Haili Yoga saat menghadiri Diskusi Publik Sektor Perkebunan bersama Ketua TP PKK Aceh Tengah di perkebunan kopi milik Zaini, Kampung Blang Gele, Kecamatan Bebesen, Sabtu, 26 September 2026. Diskusi tersebut diikuti penyuluh, petani, dan tenaga ahli.

Haili Yoga mengatakan pelatihan penyuluh kopi selama dua hari yang digelar Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Industri dan Penyegar merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, Haili Yoga menyampaikan kondisi produksi Kopi Gayo yang menurutnya terus menurun, sedangkan permintaan pasar dunia meningkat. Menurut dia, Sugiono kemudian berkoordinasi dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman hingga pemerintah pusat mengirimkan tim untuk memberikan pelatihan kepada penyuluh di Aceh Tengah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Bapak Menlu dan Bapak Mentan yang telah merespons langsung keluhan masyarakat kami yang notabene adalah petani Kopi Gayo,” ujar Haili Yoga.

Lahan Disiapkan untuk Pembelajaran Kopi

Dalam diskusi tersebut, Zaini, penyuluh kopi swadaya dari masyarakat, menyediakan lahan yang telah memiliki pondasi untuk dikembangkan sebagai lokasi pembelajaran dan laboratorium Kopi Gayo.

Baca Juga  Dekranasda Gandeng BI Kembangkan Tenun Aceh Tamiang

Laboratorium tersebut direncanakan digunakan untuk meneliti kondisi dan unsur tanah yang akan ditanami kopi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan pengelolaan lahan yang sesuai untuk mendukung produktivitas tanaman.

Haili Yoga juga menyetujui rencana pelaksanaan Lomba Usaha Tani Khusus Kopi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya mendorong inovasi petani dalam mengembangkan usaha perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo.

“Lomba Usaha Tani Khusus Kopi saya rasa perlu dilaksanakan untuk membangkitkan kembali semangat dan inovasi dalam industri kopi di dataran tinggi Gayo,” ungkapnya.

Tujuh Catatan Pengembangan Kopi

Tenaga Ahli Bupati Aceh Tengah, Rafiandi, memaparkan sejumlah catatan hasil pelatihan penyuluh selama dua hari.

Catatan tersebut mencakup peningkatan sumber daya manusia penyuluh dan petani, pengembangan sistem tanam pagar kopi berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan, serta penyusunan petunjuk teknis (juknis) sistem tanam pagar kopi.

Menurut Rafiandi, sistem tanam pagar perlu memperhatikan kebutuhan tanaman terhadap naungan. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) juga akan mendorong petani milenial menjadi penyuluh swadaya.

Dari sisi sarana produksi, suplai pupuk di Aceh Tengah dinilai masih perlu ditingkatkan. Pengelolaan tanah dan pembatasan penebangan hutan juga menjadi perhatian karena sejumlah lahan pertanian disebut telah berada pada grade 3 atau tingkat kesuburan yang lebih rendah, meski masih dalam kategori cukup.

Baca Juga  Haili Yoga Serahkan R3 untuk Kampung Timangan Gading

Catatan lainnya adalah kebutuhan pembangunan pabrik pupuk organik di Aceh Tengah untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan.

BRMP Dorong Pengembangan Sistem Tanam

Kepala BRMP Tanaman Industri dan Penyegar, Evi Savitri Iriani, berharap pelatihan selama dua hari dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pengembangan Kopi Gayo.

Ia mendorong penyuluh mengembangkan masukan dan pengalaman petani yang telah menerapkan sistem tanam pagar pada perkebunan kopi.

“Mudah-mudahan dua hari kegiatan bersama penyuluh dapat memberikan dampak yang luas, dan para penyuluh dapat mengembangkan masukan dari petani yang sudah mencoba sistem tanam pagar Kopi Gayo,” ujar Evi.

Menutup diskusi, Haili Yoga menekankan pentingnya menghasilkan keluaran konkret dari seluruh rangkaian kegiatan. Salah satu targetnya adalah penyusunan juknis penanaman kopi yang dapat dibagikan dan digunakan sebagai acuan oleh masyarakat pada tahun depan.

“Output dari kegiatan ini, kita menginginkan tahun depan harus sudah memiliki juknis penanaman kopi yang baik untuk dibagikan kepada masyarakat,” tegas Haili Yoga.***