Byklik.com | Lhoksukon – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menggelar program Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Selasa–Rabu, 22–23 September 2026.
Program bertema “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” itu diikuti 80 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak bencana di Aceh Utara. Kegiatan tersebut bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas usaha, pengembangan produk, pemasaran, serta tata kelola keuangan.
Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf, Indri, mengatakan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih dilaksanakan di 11 kabupaten/kota di Aceh dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
“Kegiatan ini dilandasi oleh Keputusan Presiden terkait pembentukan Satgas Bencana untuk melakukan pendampingan dan pembinaan hingga tahun 2027. Program ini bertujuan membangkitkan kembali ekosistem ekonomi kreatif dan memotivasi pelaku UMKM agar dapat ‘naik kelas’ menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri,” ujar Indri di Aceh Utara.
Menurut Indri, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelatihan tatap muka selama dua hari menghadirkan fasilitator dari bidang desain fesyen. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan produk, strategi promosi, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Setelah pelatihan tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan secara daring mengenai penjualan produk secara online, serta dilanjutkan sesi kedua berupa showcasing untuk mendukung pemasaran produk peserta secara lebih luas,” kata Indri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap keberlangsungan usaha pelaku ekraf terdampak bencana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pemulihan dan rehabilitasi usaha, serta membuka kembali peluang usaha bagi pelaku ekraf, khususnya di Kabupaten Aceh Utara,” tutur Zulkifli.
Dalam pelatihan tersebut, praktisi ekraf sekaligus pemilik merek Ija Kroeng, Khairul Fajri Yahya, turut memberikan materi praktis mengenai strategi branding, pemetaan pasar, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), dan tata kelola keuangan usaha.
Salah seorang peserta asal Desa Sawang, Ruli Safianur, mengapresiasi program tersebut. Ia berharap pendampingan bagi masyarakat terdampak bencana dapat terus dilanjutkan setelah pelatihan berakhir.
“Kami berharap ke depannya Kementerian Ekraf tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan alat produksi,” kata Ruli.[]











