Byklik.com | Lhokseumawe – Anna Miswar kembali terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Lhokseumawe untuk masa khidmat 2026–2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II yang digelar di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Muhammad Fuadi ditetapkan sebagai sekretaris untuk periode yang sama.
Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 22.30 WIB itu dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Lhokseumawe, Rizwan Haji Ali, dan dihadiri pengurus serta anggota Pergunu dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe.
Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah dan demokratis dengan melibatkan seluruh peserta konferensi dari unsur pengurus dan anggota. Suasana forum berjalan dalam nuansa kebersamaan dan kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Rizwan Haji Ali menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pergunu memiliki simbol Bintang Sembilan Lembut Temaram yang harus menjadi kekuatan dalam mencerdaskan anak bangsa. Profesionalitas guru harus terus ditingkatkan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PW Pergunu, Khasanda, yang mengikuti kegiatan secara daring, menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya guru.
Usai terpilih kembali, Anna Miswar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen menjadikan Pergunu Kota Lhokseumawe sebagai organisasi yang inovatif, solid, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Menurutnya, program prioritas periode 2026–2031 akan difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, penguatan pedagogik, serta literasi digital. Selain itu, organisasi juga akan memperkuat jejaring pendidikan, pendampingan pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan karakter guru.
Ia menilai dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi, pemerataan kualitas pendidikan, hingga pembentukan karakter peserta didik di tengah arus media sosial. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Konfercab II juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan organisasi hingga tingkat bawah, peningkatan kompetensi guru berbasis digital, penguatan sinergi dengan pemerintah dan lembaga pendidikan, serta pengembangan program pendidikan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, forum menekankan peran guru sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Anna menambahkan, berbagai program Pergunu selama ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, seminar, dan pendampingan profesional.
“Peningkatan kualitas guru tidak hanya berdampak pada kemampuan pendidik, tetapi juga pada mutu pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Dengan terpilihnya kembali kepengurusan ini, Pergunu Kota Lhokseumawe diharapkan semakin berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan serta mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***











