Headline

BNPB Percepat 711 Huntara untuk Warga Korban Banjir Aceh Utara

Avatar
×

BNPB Percepat 711 Huntara untuk Warga Korban Banjir Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tahap pertama hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 15 januari 2026. [Foto: BNPB/Dume Sinaga]

ByKlik.com | Langkahan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan berdasarkan hasil validasi data yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kolonel Infanteri Hery Setiono, mengatakan pembangunan tahap awal difokuskan untuk warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat banjir.

“Pembangunan huntara tahap pertama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Hery, Kamis, 15 Januari 2026.

Rincian pembangunan 711 unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit.

Di Kecamatan Seunuddon, pembangunan tahap pertama saat ini berlangsung di Desa Ulee Rubek Timur dengan jumlah 84 unit. Huntara dibangun di atas lahan seluas sekitar 14.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Pembangunan dilakukan dalam bentuk 16 kopel berisi masing-masing lima unit dan satu kopel berisi empat unit.

Baca Juga  Gelar Bakti Kesehatan, Polres Aceh Utara Kumpulkan Darah 75 Kantong

Setiap unit huntara dilengkapi teras keluarga berukuran 4,8 meter x 3,6 meter serta kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter. Fasilitas pendukung seperti sanitasi, sumur bor air bersih, dan sistem pembuangan limbah sederhana juga disiapkan untuk menjaga kesehatan lingkungan penghuni.

Hery menambahkan, setelah tahap pertama selesai, BNPB akan kembali melakukan pemutakhiran dan validasi data. Jika masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara akan dilanjutkan sesuai hasil pendataan lanjutan.

Selain menempati huntara, BNPB juga memberikan opsi bagi warga terdampak untuk tinggal sementara di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan selama masa transisi menuju hunian tetap.

Baca Juga  Menyaru sebagai Pembeli, Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Aceh Utara

BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama rampung dan dapat ditempati akhir Januari, sehingga warga terdampak memiliki tempat tinggal layak menjelang Ramadan.

Pembangunan huntara dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat setempat. Selain mempercepat pemulihan, kolaborasi ini diharapkan turut menggerakkan perekonomian warga terdampak.

Berdasarkan data BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak banjir di Aceh Utara, telah diproses pembangunan 4.404 unit huntara, penyaluran DTH kepada 4.840 kepala keluarga, rencana pembangunan hunian tetap 4.569 unit secara insitu, serta 635 unit hunian tetap relokasi.

Pemutakhiran data terus dilakukan guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.