Byklik.com | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pelepasan dilakukan secara simbolis terhadap 300 taruna dalam Upacara Nasional Pelepasan Taruna KKP di Hanggar Skadron 45, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menegaskan, penanganan bencana tidak hanya menyasar pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kehadiran taruna sangat dibutuhkan karena banyak lokasi terdampak yang tidak dapat dijangkau alat berat.
“Dalam situasi bencana, negara harus hadir secara nyata, cepat, dan terkoordinasi. Kehadiran taruna hari ini adalah wujud gotong royong nasional, bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga penguatan karakter dan pengabdian generasi muda,” ujar Tito melalui keterangan tertulis.
Upacara pelepasan turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta unsur kementerian/lembaga dan TNI/Polri. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa penugasan taruna merupakan bagian integral dari pendidikan vokasi KKP yang tidak hanya menekankan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan empati sosial.
“Taruna KKP tidak hanya dipersiapkan menjadi SDM unggul di sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepedulian sosial dan keberanian hadir di tengah masyarakat saat bangsa membutuhkan,” kata Trenggono.
Para taruna akan diterjunkan secara bertahap dan terkoordinasi untuk membantu rekonstruksi fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan dan permukiman, trauma healing, serta berbagai tugas kemanusiaan lain sesuai kebutuhan daerah terdampak. Seluruh penugasan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, disiplin, dan koordinasi dengan Satgas serta pemerintah daerah.
Sebanyak 1.142 taruna tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan vokasi KKP, antara lain Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, serta SUPM Ladong dan Pariaman. Kehadiran mereka diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sektor kelautan dan perikanan yang terdampak bencana.
Sebagai simbol dimulainya penugasan, dilakukan penyerahan tas kerja taruna secara simbolis kepada perwakilan taruna yang dipasangkan langsung oleh Mendagri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Inspektur Jenderal TNI. Penyerahan tersebut menandai kesiapan taruna KKP menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.











