Byklik.com | Kutacane – Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh meninjau sejumlah infrastruktur terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, termasuk jembatan putus di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Peninjauan dilakukan setelah Satgas PRR mengikuti rapat evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Ruang Rapat Bupati Aceh Tenggara.
Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry mengatakan, kunjungan Satgas PRR menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh Tenggara setelah dilanda banjir.
“Alhamdulillah, atas perintah Satgas PRR dari Bapak Menteri, dilakukan monitoring dan evaluasi khusus sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh Tenggara,” ujar Salim Fakhry.
Menurutnya, peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi infrastruktur dan wilayah yang masih rawan terdampak banjir. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan laporan kepada pemerintah pusat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Jangan sampai kita lengah. Kita tetap harus waspada, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir,” tegasnya.
Salim Fakhry juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk penanganan darurat dan jangka panjang, termasuk penambahan sedikitnya empat unit alat berat guna mempercepat penanganan material serta akses yang terdampak bencana.
Selain alat berat, pemerintah daerah berharap pembangunan tanggul di sejumlah kawasan rawan banjir dapat segera direalisasikan untuk mengurangi risiko banjir meluas.
“Harapan kita pemerintah pusat dapat membantu pembangunan tanggul sehingga penanganannya bisa segera diwujudkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh Kombes Wahyu Widiarsono mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kerusakan infrastruktur sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan untuk mengurangi risiko bencana.
Ia menyebut kondisi sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir cukup memprihatinkan, terutama jembatan di Mbarung dan kawasan Jembatan Kuning yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat, baik untuk lalu lintas maupun kegiatan ekonomi. Kita sangat berharap penanganannya dapat segera direalisasikan,” ujar Wahyu.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DPRK Aceh Tenggara Deni Febrian Roza, Dandim 0108/Agara Letkol Czi Arya Murdiantoro, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujianto Dwi Poernomo, Sekda Yusrizal, Kombes Suwito, Dadi Setiadi, perwakilan BNPB Dimas Dewandaru dari Kementerian PUPR, pimpinan OPD serta para camat.
Usai rapat evaluasi, Satgas PRR bersama jajaran Pemkab Aceh Tenggara turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk jembatan yang putus di Desa Mbarung.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sekaligus memperkuat penanganan kawasan rawan banjir di Aceh Tenggara.











