Lingkungan & Energi

Hilirisasi dan Transisi Energi Kini Satu Koordinasi

Avatar
×

Hilirisasi dan Transisi Energi Kini Satu Koordinasi

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. [Foto: Setpres]

Byklik.com | Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dengan jabatan baru tersebut, agenda hilirisasi sumber daya alam dan percepatan transisi energi yang sebelumnya berjalan di jalur berbeda kini berada dalam satu koordinasi. Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri ESDM.

Usai pelantikan, Bahlil menyatakan siap menjalankan dua tanggung jawab tersebut secara bersamaan.

“Insyaallah sebagai pembantu Presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM karena ini adalah sebagai bentuk panggilan pengabdian kepada Ibu Pertiwi dan harus kita jadikan ini sebagai bagian momentum untuk memberikan yang terbaik kepada Ibu Pertiwi,” kata Bahlil.

Baca Juga  Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Arus Balik

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Dalam penugasan barunya, Bahlil akan mengoordinasikan agenda yang berkaitan dengan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus percepatan transisi menuju energi bersih.

Menurut Bahlil, penyatuan koordinasi tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi geopolitik dan dinamika ekonomi global, serta meningkatnya tuntutan terhadap penggunaan energi bersih.

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Baca Juga  BRIN dan University of Zagreb Jajaki Kolaborasi Riset Teknologi Maritim

Ia mengatakan agenda hilirisasi dan transisi energi tidak dapat lagi dijalankan secara parsial, tetapi membutuhkan koordinasi yang lebih menyeluruh dan terukur.

“Ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur,” katanya.

Penugasan tersebut melanjutkan sejumlah agenda yang sebelumnya telah dijalankan Bahlil. Ia pernah memimpin Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang menyiapkan proyek-proyek prioritas hilirisasi sebelum memasuki tahap implementasi.

Pada Maret 2026, Presiden Prabowo juga menunjuk Bahlil sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi energi baru terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

Dengan penyatuan koordinasi tersebut, program hilirisasi dan transisi energi akan diarahkan berjalan secara terintegrasi, mulai dari penyiapan proyek prioritas hingga tahap implementasi.