Berita Utama

Bapelkes Jantho Diusulkan Jadi Pusat Rehabilitasi Narkoba Aceh

Bambang Iskandar Martin
×

Bapelkes Jantho Diusulkan Jadi Pusat Rehabilitasi Narkoba Aceh

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram bersama Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, saat meninjau gedung Bapelkes Aceh di Kota Jantho, Selasa, 15 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menjajaki pemanfaatan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh di Kota Jantho sebagai pusat rehabilitasi bagi pengguna dan korban penyalahgunaan narkotika.

Penjajakan tersebut dilakukan Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram bersama Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, saat meninjau gedung Bapelkes Aceh di Kota Jantho, Selasa, 15 September 2026.

Muharram mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pembahasan awal terkait rencana pemanfaatan fasilitas Bapelkes sebagai balai rehabilitasi.

“Hari ini kita bersama Pak Dedy selaku Kepala BNN Aceh dan jajaran Pemerintah Aceh Besar meninjau Bapelkes Aceh yang ada di Jantho. Kami ada keinginan dan rencana untuk menjadikan Bapelkes ini sebagai balai rehab,” kata Muharram.

Menurut dia, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan terkait penyalahgunaan narkoba di Aceh.

Bapelkes Jantho Dinilai Berpotensi Dimanfaatkan

Muharram menjelaskan, Bapelkes Aceh di Kota Jantho dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas rehabilitasi karena Bapelkes Aceh kini telah memiliki fasilitas baru di Banda Aceh.

Baca Juga  Bupati Aceh Besar Perintahkan OPD Siaga Hadapi Kekeringan

“Bapelkes Aceh sekarang sudah ada yang baru di Banda Aceh, jadi kita melihat tempat ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rehabilitasi,” ujarnya.

Muharram mengatakan, pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba perlu mendapatkan penanganan yang sesuai agar dapat menjalani proses pemulihan dan kembali beraktivitas di tengah keluarga serta masyarakat.

“Kita berharap mereka ini lebih bijaksana untuk penanganannya. Mereka yang terdeteksi dengan narkoba atau korban dari narkoba itu perlu direhab, bukan perlu ditahan. Mereka juga punya keluarga,” tuturnya.

Ia juga memaparkan konsep rehabilitasi yang tengah direncanakan. Menurut Muharram, fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diarahkan pada pemulihan dari ketergantungan narkoba, tetapi juga dapat mencakup pembinaan mental, keagamaan, pendidikan, dan fisik.

“Kita rencana akan kita buat seperti pesantren. Nanti ada pengajian di sini, olahraga, pendidikan umum dan sebagainya,” kata Muharram.

BNNP Aceh Siapkan Rencana Awal

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari proses awal untuk menyiapkan Bapelkes Aceh di Kota Jantho sebagai fasilitas rehabilitasi.

“Kita hari ini melakukan peninjauan untuk rencana awal, yaitu akan kita jadikan sebagai rumah rehab. Saat ini sudah dalam tahap proses. Mudah-mudahan ini bisa disetujui dan mudah-mudahan dapat menjadi salah satu pusat rehab bagi korban narkoba di Aceh,” ucap Dedy.

Baca Juga  Aceh Besar Siaga Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Terdampak Parah

Menurut Dedy, rehabilitasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam penanganan pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba. Ia menilai keberadaan fasilitas rehabilitasi diperlukan untuk mendukung proses pemulihan.

“Para pengguna dan korban dari narkoba dilakukan rehab. Hari ini mereka hanya ditahan di Lapas sehingga penanganannya kurang efektif,” terangnya.

Dedy juga menyoroti kebutuhan fasilitas rehabilitasi di Aceh. Menurut dia, penanganan kasus narkoba yang berujung pada pemidanaan turut berdampak terhadap jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan.

“Kalau kita dibiarkan tanpa adanya balai rehab di Aceh, maka penghuni Lapas yang sekarang mayoritas adalah kasus narkoba. Untuk menghindari hal tersebut, kita perlu membuat balai narkoba yang nantinya akan dipusatkan di balai rehab ini,” sebut Dedy.

BNNP Aceh, kata Dedy, berharap rencana pemanfaatan Bapelkes Aceh di Kota Jantho sebagai balai rehabilitasi narkoba mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Kami mohon dukungan dari semuanya agar rencana menjadikan Bapelkes Aceh ini sebagai balai rehab narkoba dapat terwujud,” pungkasnya.***