Byklik.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah penanganan terhadap Akbar, 19 tahun, warga Gampong Ujong Nga, Kecamatan Samatiga, yang selama ini mengalami pemasungan karena kondisi kesehatan jiwa.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan Dokter Meutuah (Dokmaru) yang dipimpin Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama unsur pemerintah kecamatan dan aparatur gampong. Kunjungan itu bertujuan melihat langsung kondisi Akbar sekaligus mencari solusi penanganan yang sesuai.
Dalam kunjungan tersebut, tim mendapati Akbar selama ini tinggal di sebuah tempat sederhana yang dibuat di samping rumah keluarganya. Menurut keterangan keluarga, tempat tersebut dibuat karena Akbar belakangan kerap mengalami kondisi yang membuat keluarga khawatir terhadap keselamatan dirinya maupun orang di sekitarnya.
Keluarga Akbar sebelumnya tinggal di kawasan Kuala Bubon. Ayah Akbar juga disebut mengalami gangguan kesehatan jiwa. Kondisi tersebut membuat ibu Akbar membawa anaknya untuk tinggal bersama orang tuanya di Gampong Ujong Nga.
Akbar kemudian tinggal bersama ibu, kakek, dan neneknya yang telah lanjut usia. Dalam kondisi keluarga yang terbatas, kakek Akbar selama ini masih berupaya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Keterbatasan kondisi keluarga membuat ibu Akbar mengambil langkah untuk membuat tempat khusus bagi anaknya di samping rumah. Menurut keluarga, keputusan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kondisi Akbar yang belakangan disebut sering mengalami episode perilaku agresif.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan persoalan tersebut menjadi perhatian karena daerah itu telah mencanangkan program Aceh Barat bebas pasung. Melalui kunjungan Dokmaru, pemerintah berupaya memastikan Akbar memperoleh penanganan kesehatan yang lebih tepat.
Akbar Akan Dibawa ke RSJ Banda Aceh
Sebagai bagian dari upaya penanganan, Akbar direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ibu Akbar juga akan mendampingi selama proses tersebut. Pemerintah berharap penanganan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan kebutuhan perawatan Akbar sesuai kondisi medisnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Akbar menyukai makanan ringan dan berada di lingkungan yang ramai. Keluarga juga menyampaikan bahwa kondisi Akbar selama ini menjadi tantangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika ia harus lebih banyak berada di tempat yang terbatas.
Selain penanganan medis, Forum Tokoh Peduli Aceh Barat berencana membantu pembangunan rumah sederhana bagi Akbar dan ibunya. Pemerintah daerah juga akan membantu menyelesaikan persoalan administrasi kependudukan, termasuk proses perpindahan kartu keluarga (KK) ibu Akbar.
Persoalan tempat tinggal dan administrasi tersebut selama ini disebut menjadi salah satu beban yang dipikirkan ibu Akbar. Dengan adanya dukungan pemerintah dan masyarakat, keluarga diharapkan dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak untuk mendukung proses perawatan Akbar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap langkah penanganan tersebut dapat memberikan akses perawatan yang lebih baik bagi Akbar sekaligus meringankan beban keluarganya.
Aparatur Gampong Diminta Responsif
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengingatkan aparatur gampong agar lebih aktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan, baik dalam bidang kesehatan, sosial, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Aparatur gampong diminta terlebih dahulu mencari solusi terhadap persoalan yang ditemukan di wilayah masing-masing. Apabila tidak dapat ditangani di tingkat gampong, persoalan tersebut diminta segera dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan.
Jika pemerintah kecamatan juga menghadapi keterbatasan, laporan diminta segera diteruskan kepada pemerintah kabupaten agar dapat dicarikan solusi sesuai kewenangan dan kebutuhan warga.
Pemerintah menekankan bahwa persoalan sosial dan kesehatan yang dialami masyarakat tidak semestinya dibiarkan hingga menjadi perhatian luas di media sosial.
“Jangan dibiarkan, jangan diabaikan dan jangan tunggu viral,” demikian pesan pemerintah kepada aparatur gampong agar segera merespons warga yang membutuhkan bantuan.***











