Berita UtamaEkonomi & BisnisHeadline

ACF 2026 Resmi Dibuka, Gastronomi Kenalkan Aceh ke Dunia

Raudhatul
×

ACF 2026 Resmi Dibuka, Gastronomi Kenalkan Aceh ke Dunia

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik secara resmi membuka Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat, 11 September 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi membuka Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat, 11 September 2026. Festival kuliner yang berlangsung hingga 14 September 2026 itu menjadi ruang promosi kekayaan gastronomi Aceh sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, membuka langsung festival tersebut. Ia berharap penyelenggaraan ACF tidak berhenti pada kemeriahan selama empat hari, tetapi mampu membuka pasar lebih luas bagi UMKM, memberi ruang bagi pelaku kreatif dan generasi muda, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Taufik, pengembangan ACF membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, seniman, pelaku UMKM, dan masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting agar festival terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.

Baca Juga  Wagub Lantik Pengurus IOF Aceh Periode 2025-2029

“Pada penyelenggaraan tahun ini, ACF melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner, 12 kabupaten/kota, serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali,” jelas Taufik.

Pemerintah Aceh juga menyambut kolaborasi dengan TikTok GO by Tokopedia untuk mendorong digitalisasi UMKM kuliner. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu produk kuliner Aceh memperluas jangkauan pemasaran hingga tingkat nasional dan global.

“Kita menyambut baik kolaborasi dengan TikTok GO by Tokopedia dalam mendorong digitalisasi UMKM, sehingga produk kuliner dapat memperluas pasar hingga tingkat nasional dan global,” ujarnya.

Taufik menilai gastronomi memiliki potensi besar sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan Aceh kepada masyarakat nasional maupun internasional. Menurutnya, kuliner Aceh tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menyimpan sejarah dan tradisi yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Baca Juga  Bangladesh Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Pemerintah Aceh

“Lebih jauh kita ingin gastronomi menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Aceh kepada dunia, tidak hanya melalui rasa, tetapi juga melalui sejarah dan tradisi,” katanya.

Mengusung tema “Celebrating the Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage”, ACF 2026 menghadirkan beragam kuliner, budaya, kreativitas, dan kolaborasi selama empat hari. Masyarakat dan wisatawan diajak menikmati rangkaian kegiatan sekaligus mengenal kekayaan warisan kuliner Aceh.

Selain mendorong digitalisasi UMKM, ACF 2026 menerapkan prinsip green event sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekonomi kreatif yang tetap memperhatikan lingkungan. Festival ini juga mencatat prestasi dengan masuk empat kali berturut-turut dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang menjadi modal untuk memperkuat ACF dan daya tarik pariwisata Aceh.