Berita Utama

PHE NSO Restorasi Lahan Kritis untuk Habitat Gajah

Bambang Iskandar Martin
×

PHE NSO Restorasi Lahan Kritis untuk Habitat Gajah

Sebarkan artikel ini
PHE NSO bersama para pemangku kepentingan memperkuat konservasi dan pemulihan ekosistem di lanskap Cot Girek melalui pengembangan Biodiversity Camp Center dan restorasi lahan kritis di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. (Ist)

Byklik.com | LhoksukonPertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) bersama sejumlah pemangku kepentingan memperkuat upaya konservasi gajah dan pemulihan ekosistem di lanskap Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Upaya tersebut dilakukan melalui program restorasi lahan kritis di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong. Program itu diarahkan untuk mendukung pemulihan habitat dan ruang jelajah satwa liar, khususnya gajah, sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Program konservasi tersebut dilaksanakan PHE NSO bersama Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa). Kegiatannya meliputi mitigasi konflik manusia dan satwa liar, pengembangan Biodiversity Camp Center, patroli, serta restorasi lahan melalui penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat dan petani lokal.

PHE NSO menyebut program tersebut telah diinisiasi sejak 2023. Berbagai kegiatan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek.

Selain kegiatan restorasi, para pihak juga telah menyusun peta jalan penyelesaian konflik manusia dan gajah. Peta jalan tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan kawasan dan upaya konservasi secara berkelanjutan.

Baca Juga  Dari Duka ke Daya, Perempuan Kepala Keluarga Bangkit Mandiri

Biodiversity Camp Center di kawasan tersebut juga telah diresmikan pada akhir Agustus 2026. Fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi, pemantauan, dan kolaborasi dalam kegiatan konservasi.

Program itu melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, LPLHa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), PHE NSO, serta masyarakat di sekitar kawasan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Utara, M. Nasir, mengatakan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan upaya restorasi dan perlindungan hutan.

“Aspek kolaborasi sangat penting dalam upaya melakukan restorasi dan menjaga hutan. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan juga memiliki peran penting dalam memastikan perlindungan lingkungan,” ujar M. Nasir saat peresmian Biodiversity Camp Center di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, pada Agustus lalu.

Menurut M. Nasir, kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai habitat bagi flora dan fauna, tetapi juga menjadi bagian dari ruang kehidupan masyarakat.

“Kawasan ini bukan sekadar menjadi habitat berbagai satwa seperti gajah dan tumbuhan, tetapi juga ruang kehidupan masyarakat di lokasi. Karena itu, keseimbangan harus dijaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Field Manager PHE NSO Riski Kushardani mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program konservasi.

Baca Juga  PHE NSO Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

“Penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk memperkuat pemulihan ekosistem dan menjaga habitat berbagai satwa di kawasan tersebut,” ujar Riski dalam keterangannya yang diterima, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, PHE NSO secara berkelanjutan melakukan penanaman sejumlah jenis pohon endemik yang dipilih untuk mendukung keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek.

Penanaman tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan habitat sekaligus mendukung ruang jelajah satwa liar, termasuk gajah.

Riski mengatakan pengelolaan keanekaragaman hayati perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek perlindungan satwa dan keberadaan masyarakat di sekitar kawasan.

“Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat hanya berfokus pada perlindungan satwa. Upaya tersebut juga harus berjalan seiring dengan perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

PHE NSO menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, lembaga konservasi, dan masyarakat diperlukan agar restorasi lanskap Cot Girek tidak hanya berorientasi pada pemulihan lahan.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.***