Byklik.com | Sigli – Motif khas Pidie tidak sekadar menjadi hiasan pada kain, tetapi menyimpan cerita tentang identitas, sejarah, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Upaya menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Pidie dalam Lomba Peragaan Busana Motif Khas Pidie 2026 di Aula Gedung PCC Sigli, Selasa, 8 September 2026.
Mengusung tema “Keharuman Budaya Pidie Dalam Motif Kearifan Lokal”, kegiatan itu diikuti perwakilan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Pidie. Para peserta menampilkan kreativitas dalam mengolah motif khas daerah menjadi busana yang modern, menarik, dan tetap mencerminkan karakter budaya Pidie.
Bupati Pidie Sarjani Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan busana. Menurutnya, peragaan busana menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Pidie sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan warisan daerah melalui kreativitas.
“Pidie memiliki kekayaan budaya, sejarah, seni, dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat. Motif dan ragam hias khas daerah dapat menjadi identitas budaya yang membanggakan sekaligus bernilai ekonomi jika dikembangkan dengan kreativitas,” ujar Sarjani.
Ia menegaskan, budaya lokal tidak harus selalu ditampilkan dalam bentuk tradisional. Melalui kreativitas, motif khas Pidie dapat mengikuti perkembangan zaman dan dihadirkan dalam bentuk busana yang lebih modern.
“Kita ingin menunjukkan bahwa budaya lokal tidak harus bertentangan dengan perkembangan zaman. Justru dengan kreativitas, motif khas Pidie dapat dikembangkan menjadi busana yang modern, indah, elegan, dan sesuai kebutuhan masyarakat masa kini, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Semangat tersebut terlihat dari penampilan peserta yang membawa karakter masing-masing kecamatan. Setiap busana menjadi medium untuk memperlihatkan bagaimana kekayaan motif lokal dapat dikemas menjadi karya yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Dari 23 kecamatan yang berpartisipasi, Kecamatan Glumpang Baro berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Kecamatan Geumpang, sedangkan Kecamatan Kota Sigli menempati Juara 3.
Untuk kategori juara harapan, Kecamatan Glumpang Tiga meraih Harapan 1, Kecamatan Tiro Harapan 2, dan Kecamatan Mutiara Harapan 3. Sementara itu, gelar busana favorit diraih Kecamatan Indrajaya.
Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Pidie tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Ketua TP PKK Pidie Rohana Razali Sarjani, Wakil Ketua I TP PKK Pidie Mona Rizki Arisanti Alzaizi, unsur Forkopimda, serta para kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie.
Nuansa budaya semakin terasa sejak awal acara. Rangkaian kegiatan diawali pembacaan Al-Qur’an dan Shalawat Badar oleh Ustaz Joni Akbar, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Aceh, dan Mars TP PKK Pidie.
Penampilan Tari Tradisional Aceh Tarek Pukat turut memeriahkan kegiatan. Seni pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Aceh hadir dalam beragam bentuk, mulai dari motif dan busana hingga kesenian tradisional.
Sarjani menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup, berkembang, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Menurutnya, kreativitas generasi masa kini menjadi salah satu kunci agar budaya lokal tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga terus hadir dalam kehidupan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.











