Byklik.com | Kualasimpang – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat pemulihan ekonomi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang terdampak bencana.
Penguatan dilakukan melalui literasi bisnis, pendampingan usaha, relaksasi pembiayaan, hingga bantuan modal bagi pelaku ekraf agar dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah melalui Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur. Aktivitas ekonomi masyarakat juga harus segera dihidupkan agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan pengetahuan, pendampingan, dan akses yang mereka butuhkan untuk kembali menjalankan usaha dan bangkit secara berkelanjutan,” ujar Riefky dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku ekraf mendapatkan materi literasi bisnis yang disampaikan Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf Anggara Hayun Anujuprana.
Sementara materi mengenai pengelolaan keuangan sederhana disampaikan Senior Manager Micro Business Group Bank Syariah Indonesia (BSI) Eko Ervan.
Dukungan tidak berhenti pada pembekalan pengetahuan. Kementerian Ekraf bersama BSI juga memberikan relaksasi pembiayaan bagi pelaku ekraf yang terdampak bencana.
Melalui skema tersebut, BSI memberikan relaksasi dengan bunga 0 persen hingga Desember 2026. Selanjutnya, bunga pembiayaan ditetapkan sebesar 3 persen sepanjang 2027 sebelum kembali ke tingkat bunga normal pada tahun berikutnya.
Selain relaksasi pembiayaan, bantuan modal usaha juga diberikan kepada pelaku ekraf terdampak. Secara simbolis, bantuan dengan total nilai Rp50 juta diserahkan kepada 50 pelaku ekonomi kreatif yang mengikuti kegiatan tersebut.
Masing-masing pelaku usaha menerima bantuan modal sebesar Rp1 juta.
Bantuan diserahkan oleh Anggara Hayun Anujuprana, Totok Sudiarto, serta Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Muslizar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi pelaku usaha untuk kembali beraktivitas setelah mengalami dampak bencana.
Kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan juga diharapkan tidak sekadar membantu pelaku ekraf melewati masa pemulihan, tetapi mendorong mereka membangun kembali usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui dukungan literasi, pendampingan, akses pembiayaan, dan bantuan modal, pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang diharapkan dapat kembali menggerakkan roda usaha sekaligus menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.











