Berita Utama

Pangan Lokal Aceh Besar Didorong Naik Kelas dan Bersaing

Avatar
×

Pangan Lokal Aceh Besar Didorong Naik Kelas dan Bersaing

Sebarkan artikel ini
Petugas sedang melakukan uji sampel produk pangan lokal. [Foto: Dok. Dinas Pangan Aceh Besar]

Byklik.com | Jantho – Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar terus mengoptimalkan potensi pangan lokal agar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus kesejahteraan pelaku usaha pangan.

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi, mengatakan sejumlah produk pangan lokal sudah mampu bersaing di pasaran. Namun, secara umum pengembangannya masih perlu dioptimalkan.

“Produk pangan Aceh Besar sudah ada yang mampu bersaing di pasaran, tetapi secara umum belum optimal,” kata Alyadi dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, Aceh Besar memiliki potensi bahan baku pangan yang besar. Namun, daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh cita rasa maupun ketersediaan bahan baku.

Dinas Pangan Aceh Besar mencatat terdapat lima aspek yang perlu diperkuat agar produk pangan lokal mampu memiliki nilai tambah dan bersaing lebih luas.

Pertama, kontinuitas produksi. Produk pangan harus tersedia secara konsisten dan tidak hanya diproduksi ketika musim panen atau saat ada kegiatan pameran.

Baca Juga  Pemkab Aceh Besar Tegaskan THR dan Gaji Guru Tuntas

Kedua, standar mutu dan keamanan pangan. Produk perlu memenuhi standar keamanan pangan, memiliki izin edar sesuai ketentuan, menerapkan sanitasi, serta menjaga konsistensi kualitas.

Alyadi mengatakan Dinas Pangan Aceh Besar telah mendapatkan apresiasi dari Badan Pangan Nasional untuk Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah OKKPD kategori baik pada April 2026.

“Alhamdulillah, Dinas Pangan sendiri telah mendapatkan apresiasi dari Badan Pangan Nasional untuk Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah OKKPD kategori baik pada April 2026, yang merupakan modal penting untuk memperkuat sistem jaminan mutu pangan daerah,” katanya.

Aspek ketiga yang perlu diperkuat adalah kemasan dan branding. Menurut Alyadi, sejumlah produk lokal sebenarnya memiliki kualitas yang baik, tetapi kemasan, label, dan desain produknya masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan produk nasional.

Keempat, pengolahan hasil panen atau bahan mentah seperti ubi, pisang, dan hasil pertanian lainnya. Produk pertanian diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Baca Juga  Hingga Minggu Sore 30 Ribu Jemaah Haji Tiba, Layanan Lansia Diperkuat

“Kita jangan hanya menjual bahan mentah, tapi menjual olahan agar mendapat nilai tambah dari produk pertanian,” katanya.

Kelima, kepastian pasar. Produk pangan lokal perlu memiliki sasaran pasar yang jelas, mulai dari pasar lokal, Aceh, nasional, hingga peluang ekspor.

“Jadi, tantangan Aceh Besar bukan semata-mata menghasilkan pangan, tetapi mengubah pangan lokal menjadi produk yang bernilai tambah dan mempunyai daya saing,” ujar Alyadi.

Dinas Pangan Aceh Besar bertekad memperbaiki kelima aspek tersebut untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal sekaligus mendorong kesejahteraan para pelaku usaha.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong produk pangan Aceh Besar tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki posisi lebih kuat di pasar yang lebih luas.