Berita Utama

Gus Rozin Dorong PBNU Perluas Penguatan NU hingga Pelosok

Bambang Iskandar Martin
×

Gus Rozin Dorong PBNU Perluas Penguatan NU hingga Pelosok

Sebarkan artikel ini
Silaturahmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Aceh di Banda Aceh, Rabu, 19 Agustus 2026. (Ist)

Byklik.com | Banda Aceh – KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat perhatian terhadap perkembangan NU di luar Jawa. Menurutnya, NU tidak cukup hanya kuat di tingkat pusat, tetapi juga harus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah pedalaman dan pelosok.

Hal itu disampaikan Gus Rozin dalam silaturahmi bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Aceh di Banda Aceh, Rabu, 19 Agustus 2026.

“Saya juga mengusulkan agar ke depan Ketua PBNU memberikan perhatian yang lebih besar kepada NU di daerah-daerah, khususnya wilayah pedalaman, pelosok, dan daerah-daerah yang selama ini mungkin belum mendapatkan perhatian secara maksimal,” kata Gus Rozin.

Ketua PWNU Jawa Tengah tersebut menilai penguatan NU tidak cukup dilakukan melalui pembangunan struktur organisasi di tingkat pusat. PBNU, kata dia, perlu memastikan keberadaan organisasi dan manfaat khidmah NU dapat dirasakan jamaah di berbagai wilayah Indonesia.

“NU tidak boleh hanya kuat di pusat, tetapi juga harus tumbuh dan dirasakan manfaatnya hingga ke daerah-daerah,” ujarnya.

Gus Rozin mengatakan penguatan NU di luar Jawa perlu mempertimbangkan karakter, potensi, dan kebutuhan masing-masing daerah. Kondisi serta tantangan yang dihadapi NU di luar Jawa, menurutnya, tidak selalu sama dengan daerah yang selama ini menjadi pusat perkembangan organisasi.

Baca Juga  Mualem Lantik Pengurus Baitul Mal Aceh Periode 2025–2030

Karena itu, perhatian terhadap daerah perlu diwujudkan melalui penguatan kaderisasi, pendidikan, pesantren, pelayanan kepada masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi warga.

Pesantren Jadi Basis Penguatan NU

Dalam sesi diskusi, Rais Syuriyah PCNU Aceh Tengah menekankan pentingnya membangun NU dari salah satu basis utamanya, yakni pesantren. Ia juga menanyakan komitmen Gus Rozin dalam memperkuat dan mengembangkan pesantren apabila nantinya mendapat amanah memimpin PBNU.

Bagi Gus Rozin, pesantren merupakan salah satu pilar penting NU. Pesantren menjadi tempat kader dan ulama ditempa sekaligus ruang untuk menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Perhatian Gus Rozin terhadap pesantren juga tercermin dari keterlibatannya dalam sejumlah program penguatan pesantren dan santri. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam pengawalan lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada periode 2014–2019.

Ia juga terlibat dalam sejumlah program dan kegiatan yang berkaitan dengan penguatan pesantren dan santri, antara lain Liga Santri Nasional, Gerakan Ayo Mondok, Hari Santri Nasional, dan Apel Akbar Santri Nusantara.

Menurut Gus Rozin, pesantren perlu terus diperkuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam bidang pendidikan, sumber daya manusia, ekonomi, dan teknologi, tanpa kehilangan karakter serta tradisi keilmuannya.

Baca Juga  Alumni MAN Lhokseumawe Angkatan XII Pererat Silaturahmi Lewat Bukber

“Memperkuat pesantren pada dasarnya adalah bagian dari menjaga masa depan NU dan Indonesia,” ujarnya.

Muktamar Ke-35 Jadi Momentum Menentukan Arah NU

Gus Rozin menilai penguatan pesantren dan pemerataan perhatian terhadap NU di daerah merupakan dua agenda yang saling berkaitan. Pesantren menjadi salah satu basis penting kaderisasi, pendidikan, dan keberlanjutan NU di berbagai wilayah.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan PBNU mendatang lebih banyak mendengar kebutuhan struktur dan jamaah di daerah. Penguatan organisasi, kata dia, harus memberikan ruang yang lebih besar kepada daerah untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.

Gus Rozin juga berharap gagasan tersebut menjadi bagian dari arah perjuangan yang dibawa dalam Muktamar Ke-35 NU. Menurutnya, muktamar bukan hanya forum untuk menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan menetapkan arah NU ke depan.

“Semoga Muktamar menjadi momentum untuk kembali memperkuat NU, memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, melanjutkan apa yang sudah baik, dan membangun masa depan NU yang lebih mandiri, kuat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” kata Gus Rozin.***