Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tujuh titik panas di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Temuan tersebut disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh melalui laporan yang diterima pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Angga Dirta, mengatakan pemantauan dilakukan menggunakan sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.
“Dari hasil pantauan terdapat tujuh titik panas di Provinsi Aceh,” demikian laporan BMKG.
Berdasarkan hasil pemantauan, dua titik panas terdeteksi di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar. Keduanya masuk dalam kategori tingkat kepercayaan sedang.
Selain itu, Kabupaten Aceh Jaya juga terpantau memiliki dua titik panas yang berada di Kecamatan Darul Hikmah dan Kecamatan Panga.
Sementara itu, satu titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.
Dua titik panas lainnya masing-masing berada di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, serta Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
BMKG menyebutkan seluruh titik panas yang terpantau di Aceh memiliki tingkat kepercayaan kategori sedang.
Meski jumlah titik panas mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdeteksinya titik panas, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Langkah pencegahan dinilai menjadi upaya penting untuk menekan risiko meluasnya kebakaran, terutama pada wilayah yang mengalami kondisi cuaca kering.











