Byklik.com | Meulaboh – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, terus dipercepat. Jembatan yang menghubungkan Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian tersebut ditargetkan selesai dan dapat digunakan masyarakat pada akhir Agustus 2026.
Pembangunan jembatan dilakukan untuk memulihkan akses warga yang sebelumnya terganggu setelah jembatan gantung penghubung kedua dusun mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Akibat kerusakan tersebut, warga terpaksa menggunakan jembatan tali baja sebagai jalur sementara untuk mengakses sekolah, perkebunan, serta sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas sehari-hari.
Saat ini, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda telah memasuki tahap penguatan dan pengecoran tiang fondasi. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter.
Berdasarkan perencanaan, jembatan dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga dengan kapasitas beban maksimal satu ton. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat menyediakan akses penyeberangan yang lebih aman sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat antardusun.
Pembangunan melibatkan 35 prajurit TNI dari Detasemen Zeni Bangunan (Denzibang) 1/IM Meulaboh. Pengerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan akses masyarakat di wilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana.
Koordinator Lapangan Pembangunan Jembatan Perintis Desa Sikundo, Letkol Czi Azhari Lubis, mengatakan pihaknya mendapat waktu 45 hari untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
“Kami diberi tugas 45 hari untuk menyelesaikan pembangunan. Akhir Agustus sudah harus kelar. Kami sudah bekerja lebih dari seminggu, kami akan kebut pembangunannya,” kata Azhari saat mendampingi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meninjau pembangunan jembatan, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Azhari, percepatan pengerjaan dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama menggunakan jalur sementara. Penggunaan jalur tersebut dinilai memiliki risiko keselamatan, terutama ketika terjadi cuaca buruk dan debit air sungai meningkat.
Bagi masyarakat Sikundo, keberadaan jembatan tersebut dinilai penting karena tidak hanya menghubungkan dua dusun, tetapi juga menunjang berbagai aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengangkut hasil perkebunan, memperlancar mobilitas sehari-hari, serta menyediakan akses yang lebih aman bagi anak-anak menuju dan dari sekolah.
Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Menurut Imran, pembangunan jembatan di Sikundo menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya mengalami keterisolasian.
“Saya tidak bisa pungkiri, TNI ini luar biasa dalam ikut serta dalam penanganan PRR, tidak hanya di Sikundo, tetapi di beberapa tempat yang saya kunjungi,” ujar Imran.
Ia berharap penyelesaian pembangunan jembatan dapat membuka kembali akses masyarakat sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi warga.
“Sehingga masyarakat yang terisolasi bisa memanfaatkan akses dari wilayahnya ataupun untuk menjalankan aktivitas ekonomi di luar wilayahnya,” katanya.
Peninjauan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bagian dari pemantauan terpadu Satgas PRR di Aceh Barat.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau perbaikan sawah yang mengalami kerusakan ringan di Desa Jambak serta penanganan abrasi tanggul sungai di Kecamatan Pante Ceureumen.
Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, dan penyuluh pertanian.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Sikundo diharapkan dapat memulihkan konektivitas masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas warga. Dengan tersedianya akses yang lebih aman, kegiatan pendidikan, perkebunan, dan perekonomian masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan dengan lebih lancar.***











