Byklik.com | Redelong – Sebanyak 26 mahasiswa dari sejumlah universitas di Korea Selatan menjalani program edukasi dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang difokuskan pada pendidikan lingkungan, pertukaran budaya, serta penguatan kapasitas generasi muda.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah, Armia, di Kantor Bupati Bener Meriah, Jumat, 31 Juli 2026.
Program tersebut turut melibatkan mahasiswa Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Relawan World Friends Korea, serta Koperasi Produsen Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) sebagai mitra pelaksana dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi di daerah tersebut.
Penyambutan rombongan juga dihadiri Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bener Meriah, Dr. Hj. Puspitawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah, Dr. Samusi Purnawira Dade, serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan diawali dengan temu ramah di Oproom Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Armia dan perwakilan mahasiswa Korea Selatan saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara kedua pihak.
Usai temu ramah, rombongan bersama Relawan World Friends Korea, Kokowagayo, dan mahasiswa UGP Takengon melakukan penanaman pohon di halaman Kantor Bupati Bener Meriah. Aksi tersebut menjadi bagian dari kampanye pelestarian lingkungan yang diusung dalam program kunjungan mereka.
Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para mahasiswa Korea Selatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan internasional, memperluas wawasan budaya, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari Korea Selatan di Bener Meriah. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi, memperkaya wawasan budaya, serta meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi di tingkat global,” ujar Armia.
Sementara itu, perwakilan Kokowagayo, Dewi Wahyuni, menjelaskan bahwa program yang dijalankan mahasiswa Korea Selatan berfokus pada edukasi lingkungan bagi pelajar sekolah dasar, khususnya mengenai pengelolaan sampah melalui pemisahan sampah organik dan anorganik. Selain itu, mereka juga memperkenalkan budaya Korea serta berbagi pengalaman yang diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor kopi sebagai salah satu potensi unggulan Kabupaten Bener Meriah.
“Banyak ilmu yang mereka bawa dari Korea Selatan untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar, khususnya terkait pendidikan lingkungan,” kata Dewi.
Dewi menambahkan, mahasiswa Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon yang terlibat dalam program tersebut akan mengikuti skema Training of Trainers (ToT). Melalui skema itu, mahasiswa UGP akan memperoleh pembekalan dari mahasiswa Korea Selatan untuk kemudian menjadi pelatih yang dapat meneruskan pengetahuan kepada masyarakat maupun komunitas lokal secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap program kolaborasi tersebut dapat memperkuat hubungan internasional di bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa, kegiatan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di daerah.***











