Byklik.com | Nunukan – TNI Angkatan Laut melalui Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan asal Tanjung Aru, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang dilaporkan hilang saat melaut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dimulai setelah Himpunan Nelayan Sebatik melaporkan pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 12.19 WITA bahwa nelayan bernama Asis belum kembali sejak berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, TNI AL segera mengerahkan Tim SAR gabungan yang terdiri atas Pos TNI AL (Posal) Sei Pancang, Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) Satgas Pengamanan Perbatasan Laut RI–Malaysia Guspurla Koarmada II, serta personel Satpolairud Polres Nunukan.
Tim melakukan pencarian secara terpadu di wilayah perairan sekitar Pulau Sebatik hingga perbatasan Indonesia–Malaysia.
Sekitar pukul 16.30 WITA, tim berhasil mendeteksi sebuah perahu nelayan yang ciri-cirinya sesuai dengan laporan di wilayah perairan perbatasan RI–Malaysia, tepatnya di sekitar Tawau.
Tim kemudian bergerak menggunakan sarana apung Posal Sei Pancang menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Dermaga Masyarakat Sei Nyamuk sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI AL dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan.
TNI AL menegaskan bahwa kehadiran prajurit di laut tidak hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat maritim. Langkah tersebut sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan penguatan peran TNI AL dalam operasi kemanusiaan dan keselamatan di laut.











