Uncategorized

Kapolda Aceh Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Bersama Bea Cukai

Avatar
×

Kapolda Aceh Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Bersama Bea Cukai

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh dan Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, menjalin silaturahmi untuk memperkuat penegakkan hukum, Jumat, 10 Juli 2026. [Foto: Humas Polda Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, Jumat, 10 Juli 2026. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung penegakan hukum, pengawasan kepabeanan, serta pemberantasan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika di Aceh.

Dalam kunjungan itu, Kapolda Aceh didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh. Rombongan disambut Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh beserta jajaran, di antaranya Kepala Bagian Umum, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Banda Aceh.

Baca Juga  Kementerian Pendidikan Singapura Gelar Workshop dengan Pimpinan Sekolah SMP di Aceh

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi antara Polda Aceh dan DJBC Aceh sebagai mitra strategis dalam penegakan hukum.

“Silaturahmi ini dilaksanakan dalam rangka mempererat sinergitas dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh sebagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Aceh,” ujar Joko.

Baca Juga  Polisi Amankan Ibadah Kenaikan Yesus di Meulaboh

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang semakin erat akan memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta mengoptimalkan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.

Selain itu, sinergi kedua institusi diharapkan semakin efektif dalam mencegah dan memberantas penyelundupan serta peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman serius di Provinsi Aceh.

“Melalui koordinasi yang semakin kuat, diharapkan berbagai upaya penegakan hukum dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan optimal guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Provinsi Aceh,” tutup Joko.