Berita Utama

Gandeng GEN-A, Kapus Kopelma Darussalam Lantik 17 Kader TaKasi-SeRa

×

Gandeng GEN-A, Kapus Kopelma Darussalam Lantik 17 Kader TaKasi-SeRa

Sebarkan artikel ini

Byklik | Banda Aceh–Ketika menghadapi persoalan kesehatan maupun tekanan psikologis, banyak remaja memilih bercerita kepada teman sebayanya dibandingkan kepada orang tua atau tenaga kesehatan. Karena itu, keberadaan edukator dan konselor sebaya menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan remaja memperoleh informasi yang benar, dukungan awal, serta akses terhadap layanan kesehatan sejak dini.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam, Maryani, SKM., M.Kes., bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) secara resmi melantik 17 Kader Edukator dan Konselor Sebaya TaKasi-SeRa (Taman Edukasi Kesehatan Remaja) di Puskesmas Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Kamis (10/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi puncak dari rangkaian pelatihan intensif selama dua hari yang bertujuan membentuk remaja sebagai agen promosi kesehatan dan pendamping sebaya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dengan pelantikan ini, jumlah Kader TaKasi-SeRa yang telah dibina GEN-A sejak 2024 bertambah menjadi lebih dari 170 orang yang tersebar di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, dan Kota Sabang. Para kader tersebut berperan sebagai edukator dan konselor sebaya di tingkat sekolah, gampong, hingga kecamatan sebagai bagian dari penguatan promosi kesehatan remaja di Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh serta Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan kesehatan remaja berbasis pemberdayaan masyarakat.

Menurut World Health Organization (WHO), sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental, sementara sebagian besar belum memperoleh bantuan yang memadai akibat stigma, rendahnya literasi kesehatan, maupun keterbatasan akses layanan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan peer education dan peer counseling mampu meningkatkan pengetahuan, membangun perilaku hidup sehat, serta mendorong remaja mencari pertolongan lebih dini karena mereka lebih nyaman berdiskusi dengan teman seusianya.

Menjawab kebutuhan tersebut, GEN-A mengembangkan TaKasi-SeRa (Taman Edukasi Kesehatan Remaja) sejak tahun 2024 sebagai salah satu program unggulan yang mendorong pelibatan remaja secara bermakna (meaningful youth engagement) dalam berbagai isu kesehatan. Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan, konseling sebaya, penguatan kepemimpinan, serta aksi nyata di masyarakat agar remaja tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelopor perubahan di lingkungannya.

Baca Juga  Kemenkes dan UNICEF Teken Kerja Sama Kesehatan 2026–2030

Sebelum dilantik, para peserta mengikuti pelatihan intensif selama dua hari yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai edukator dan konselor sebaya. Kegiatan memadukan pembelajaran teori dan praktik melalui materi kesehatan remaja, kesehatan jiwa, Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), teknik konseling menggunakan pendekatan KAP-GATHER, metode edukasi partisipatif, manajemen organisasi, hingga penyusunan rencana aksi. Seluruh materi disampaikan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dr. Intan Qanita, Ns. Zafira Nabilah, S.Kep., Nur Aida Rosa, M.Si., dr. Imam Maulana, Najwa Miftahul Jannah, S.Kep., Diva Aulia, dan Pauza Zulfi Aqila.

Ketua Panitia, Ikmaldi Nabawi, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di sekolah maupun komunitas.

“Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti simulasi konseling, praktik edukasi sebaya, diskusi kelompok, presentasi rencana aksi, serta sesi refleksi. Kami ingin memastikan setiap kader memiliki bekal pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan pengalaman praktik sehingga siap menjalankan perannya sebagai edukator dan konselor sebaya di lingkungan masing-masing. Seluruh peserta juga berhasil melakukan praktik edukasi dan konseling sebaya serta menyusun rencana aksi yang akan menjadi panduan pelaksanaan kegiatan setelah mereka resmi dilantik sebagai Kader TaKasi-SeRa,” ujarnya, Jumat, 10 Juli 2026.

Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam, Maryani, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa keberadaan kader edukator dan konselor sebaya diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.

“Remaja sering kali lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebayanya. Karena itu, kader yang telah dilantik diharapkan menjadi jembatan antara remaja dan layanan kesehatan, sekaligus menjadi penggerak berbagai kegiatan promosi kesehatan di lingkungan masyarakat maupun sekolah,” ujarnya.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, mengatakan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para kader dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan remaja.

Baca Juga  Bupati Aceh Utara Serahkan Ambulans untuk PKM Simpang Tiga

“Remaja bukan hanya sasaran program kesehatan, tetapi juga bagian dari solusi. Ketika mereka dibekali pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan empati, mereka dapat menjadi edukator sekaligus konselor sebaya yang membantu teman-temannya mengambil keputusan yang lebih sehat, memberikan dukungan awal, dan menghubungkan mereka dengan layanan kesehatan bila diperlukan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, para kader menyusun rencana aksi yang akan dilaksanakan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing. Program tersebut meliputi edukasi kesehatan remaja, kampanye perilaku hidup sehat, diskusi sebaya, pendampingan remaja, serta berbagai kegiatan promotif yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam.

Perwakilan kader, Ananda Khusnul Rizki Sulaiman selaku Ketua Kader TaKasi-SeRa terpilih, menyampaikan komitmennya untuk mengimplementasikan berbagai program yang telah dirancang bersama para kader.

“Pelatihan dan pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan remaja. Kami berharap dapat terus memperoleh pendampingan dan dukungan dari Puskesmas, GEN-A, serta berbagai pihak agar rencana aksi yang telah kami susun dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak remaja,” ujar Ananda yang juga merupakan Kader Posyandu Remaja Gampong Rukoh.

Sebagai pesan praktis, remaja yang menghadapi tekanan psikologis, perundungan, penyalahgunaan zat, maupun persoalan kesehatan lainnya tidak perlu menghadapinya sendirian. Berbicara dengan orang tua, guru, tenaga kesehatan, atau kader edukator dan konselor sebaya dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh dukungan serta mencegah masalah berkembang menjadi lebih berat. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan memberikan ruang, kepercayaan, dan dukungan kepada remaja agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai upaya promosi kesehatan di lingkungannya.

Melalui penguatan TaKasi-SeRa, GEN-A bersama Puskesmas Kopelma Darussalam berharap semakin banyak remaja di Aceh yang tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat, tetapi juga berani menjadi penggerak perubahan dan sumber dukungan bagi teman sebayanya. Kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, DP3AP2KB Kota Banda Aceh, sekolah, serta berbagai mitra diharapkan terus memperluas jejaring kader remaja agar upaya promotif dan preventif dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di Aceh.[]