Byklik.com | Banda Aceh – Penurunan harga emas perhiasan di Banda Aceh pada Rabu, 8 Juli 2026 memicu meningkatnya minat masyarakat untuk membeli emas. Sejumlah toko emas di ibu kota Provinsi Aceh tampak ramai didatangi pembeli yang memanfaatkan momentum penurunan harga untuk membeli perhiasan maupun berinvestasi.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas, harga emas berada di level Rp7.600.000 per mayam di luar ongkos pembuatan. Harga tersebut turun Rp30.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai Rp7.630.000 per mayam.
Salah seorang pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, mengatakan penurunan harga dalam beberapa hari terakhir berdampak pada meningkatnya transaksi. Menurutnya, banyak masyarakat yang sebelumnya menunda pembelian kini mulai kembali mendatangi toko emas.
“Kalau harga turun seperti sekarang, pembeli tetap ramai. Daya beli masyarakat saat ini mencapai sekitar 90 persen,” ujar Daffa.
Ia menjelaskan, harga jual tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan yang berkisar Rp200.000 per mayam, bergantung pada model dan tingkat kerumitan desain. Dengan demikian, konsumen perlu menyiapkan dana sekitar Rp7,8 juta per mayam untuk membeli perhiasan emas.
Menurut Daffa, emas hingga kini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena dinilai mampu mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang. Kondisi itu menyebabkan permintaan cenderung meningkat setiap kali harga mengalami penurunan.
“Biasanya masyarakat memang memanfaatkan momen ketika harga turun. Mereka berharap bisa membeli dengan harga lebih rendah sebelum kembali naik,” katanya.
Salah seorang pembeli, Berliana, mengaku sengaja menunda pembelian emas selama beberapa waktu sambil memantau perkembangan harga di pasaran. Ia mengatakan rutin mengikuti informasi harga emas melalui media sosial toko-toko emas sebelum memutuskan melakukan transaksi.
“Saya memang sudah lama berencana membeli emas, tapi memilih menunggu sampai harganya turun. Karena memang tiap hari pantau akun Instagram yang jual emas supaya tahu harga pasaran hari ini,” ujarnya.
Menurut Berliana, meskipun penurunan harga tidak terlalu besar, kondisi tersebut tetap memberikan keuntungan, terutama bagi masyarakat yang membeli emas dalam jumlah lebih dari satu mayam.
“Kalau harga sedang turun seperti ini, emas tetap menjadi pilihan untuk investasi. Jadi lebih baik dibeli saat harganya sedang lebih rendah karena pasti beberapa hari kemudian akan naik lagi,” katanya.
Para pedagang memperkirakan aktivitas jual beli emas masih akan berlangsung ramai selama harga berada pada kisaran yang dianggap terjangkau oleh masyarakat. Penurunan harga dalam beberapa hari terakhir diperkirakan akan terus dimanfaatkan oleh calon pembeli yang sebelumnya memilih menunggu sebelum melakukan transaksi.
Meski demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa harga emas bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas di pasar global serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Masyarakat yang ingin membeli maupun berinvestasi emas diimbau terus memantau perkembangan harga agar dapat menentukan waktu transaksi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.[]











