Berita Utama

Ketua TP-PKK Lantik 135 Pengurus Kampung Bener Meriah

Bambang Iskandar Martin
×

Ketua TP-PKK Lantik 135 Pengurus Kampung Bener Meriah

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore Abubakar, melantik 135 Ketua TP-PKK Kampung, Ketua Tim Pembina Posyandu Kampung, serta mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kampung dari 10 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah, yang berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: Diskominfo Bener Meriah)

Byklik.com | Redelong – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore Abubakar, melantik 135 Ketua TP-PKK Kampung, Ketua Tim Pembina Posyandu Kampung, serta mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kampung dari 10 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.

Pelantikan berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 2 Juli 2026, setelah Bupati Bener Meriah melantik 135 reje kampung terpilih di lokasi yang sama.

Dalam sambutannya, Meutia Fauziah mengatakan Ketua TP-PKK yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Menurutnya, TP-PKK memiliki peran sebagai penggerak ketahanan dan kesejahteraan keluarga, agen perubahan perilaku masyarakat melalui kader-kader PKK, serta fasilitator dalam mendukung integrasi program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).

Selain itu, TP-PKK juga diharapkan mampu memperkuat pembangunan keluarga, mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga, meningkatkan kualitas data dan advokasi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga  Kunjungi Pijay, Menhan Tinjau Dampak Banjir Bandang Aceh

“TP-PKK harus mampu memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga, penggerak ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta menjadi agen perubahan perilaku melalui peran kader di tengah masyarakat,” ujar Meutia Fauziah.

Ia juga menekankan pentingnya peran Ketua Tim Pembina Posyandu Kampung dalam mendukung transformasi Posyandu menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang terintegrasi dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Menurut Meutia, keberadaan Tim Pembina Posyandu yang kuat akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat secara lebih optimal dan terpadu.

“Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kampung, ibu reje memiliki peran penting dalam transformasi Posyandu agar menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang lebih kuat dan terintegrasi dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Dengan tim pembina yang solid, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin optimal dan komprehensif,” katanya.

Baca Juga  Bunda PAUD Aceh Kampanyekan Gemar Makan Ikan di Sabang

Ia menjelaskan, Tim Pembina Posyandu merupakan kelompok kerja lintas sektor di tingkat kampung yang bertugas membina, mengawasi, dan mengoordinasikan operasional Posyandu agar pelayanannya lebih efektif, terarah, dan inovatif dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, Tim Pembina Posyandu didukung kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan. Karena itu, Meutia berharap hubungan antara tim pembina dan kader Posyandu dapat terjalin dengan baik melalui pembinaan, koordinasi, dan kolaborasi yang berkesinambungan.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat kelembagaan TP-PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD di tingkat kampung sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat pembangunan keluarga, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.***