Teknologi & Sains

BRIN Dorong Standar Global Data Satelit untuk Perkuat Riset Nasional

Avatar
×

BRIN Dorong Standar Global Data Satelit untuk Perkuat Riset Nasional

Sebarkan artikel ini
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) [Foto: BRIN]

Byklik.com | Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan data satelit penginderaan jauh berstandar global melalui penerapan Analysis Ready Data (ARD), sebuah standar yang memungkinkan data satelit langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan analisis ilmiah, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Kolokium Seri Keenam yang digelar Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN. Forum ini membahas penerapan standar ARD pada produk data satelit penginderaan jauh nasional, mulai dari aspek koreksi atmosfer dan geometrik hingga peningkatan interoperabilitas data dengan jaringan riset internasional.

Kepala PRTS BRIN, Wahyudi Hasbi, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan data penginderaan jauh berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat ekosistem riset nasional.

“Topik ARD yang kami angkat sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kesiapan infrastruktur data satelit nasional kita untuk memberikan kontribusi signifikan di kancah internasional. Kami mendorong seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, maupun industri, untuk bersama-sama mewujudkan transformasi data inderaja nasional yang inklusif dan berstandar global,” ujar Wahyudi, Rabu, 24 Juni 2026.

Baca Juga  Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Ancaman El Nino

Dalam kolokium tersebut, Peneliti Ahli Madya PRTS BRIN sekaligus pengembang muatan satelit optik, Patria Rachman Hakim, menjelaskan bahwa ARD bukan sekadar format data baru, melainkan perubahan paradigma dalam pengelolaan data satelit.

“ARD bukan format data baru. Ini adalah perubahan paradigma dalam cara kita memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan data satelit inderaja,” kata Patria.

Ia menjelaskan, ARD merupakan produk data penginderaan jauh yang telah melalui koreksi atmosfer, geometrik, dan radiometrik sehingga siap digunakan tanpa memerlukan pengolahan awal yang kompleks. Standar tersebut telah diadopsi oleh berbagai badan antariksa dunia dan menjadi syarat penting interoperabilitas data lintas platform satelit.

Menurut Patria, penerapan ARD akan meningkatkan nilai guna data satelit nasional karena dapat digunakan lebih cepat, konsisten, serta mudah diintegrasikan dengan berbagai sumber data geospasial lainnya.

“Dengan mengadopsi standar ARD, BRIN tidak hanya meningkatkan efisiensi analisis geospasial nasional, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain yang kredibel dalam ekosistem data penginderaan jauh global,” ujarnya.

Baca Juga  DPR Desak BRIN Perkuat Riset Kebencanaan yang Aplikatif dan Terintegrasi

Pemanfaatan standar ini dinilai penting untuk mendukung berbagai sektor strategis, seperti pemantauan lingkungan, pertanian presisi, mitigasi bencana, hingga perencanaan tata ruang yang membutuhkan data akurat dan siap pakai.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menegaskan penerapan standar global merupakan bagian dari strategi BRIN dalam memperkuat kapasitas teknologi antariksa nasional.

“BRIN terus mengakselerasi penguasaan dan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk kepentingan bangsa. Penerapan standar ARD pada satelit inderaja yang dibangun BRIN adalah langkah untuk memastikan data yang dihasilkan dapat diintegrasikan ke dalam platform pengguna nasional dan jaringan riset internasional,” tegas Robertus.

Melalui penerapan standar ARD, BRIN berharap data satelit nasional tidak hanya menjadi sumber informasi yang andal bagi peneliti, tetapi juga mampu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem riset global.