Byklik.com | Lhoksukon – Pembangunan Jembatan Aramco Garuda Tahap III di Desa Buket Jeurat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, terus menunjukkan kemajuan. Hingga Selasa, 23 Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai 63 persen dan ditargetkan segera rampung untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus akibat banjir bandang.
Program yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0103/Aceh Utara tersebut menjadi solusi bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan beraktivitas setelah jembatan penghubung rusak diterjang banjir.
Babinsa Koramil 14/Tanah Jambo Aye, Serma Gusnaidi, mengatakan pekerjaan saat ini difokuskan pada pemasangan talut di sisi kanan jembatan sebagai bagian dari penguatan konstruksi agar lebih kokoh dan aman digunakan.
“Setiap hari kami terus memantau perkembangan pekerjaan agar berjalan sesuai target. Harapan kami, jembatan ini segera selesai sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lancar,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Jembatan Aramco sepanjang 20 meter dengan lebar lima meter itu dibangun untuk menghubungkan Dusun Bayah dengan Desa Buket Jeurat Manyang. Keberadaannya sangat dinantikan masyarakat karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian serta akses mobilitas warga.
Sejumlah tahapan utama pembangunan, seperti perakitan Aramco, penimbunan sungai, dan peletakan posisi jembatan, telah rampung 100 persen. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian talut dan penguatan badan jembatan agar siap digunakan.
Salah seorang warga mengaku pembangunan jembatan tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terdampak putusnya akses transportasi.
“Kami hampir putus asa saat jembatan ini hancur dibawa banjir besar. Alhamdulillah sekarang ada perhatian dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui TNI Kodim 0103/Aceh Utara. Bagi kami, jembatan ini bukan hanya akses penghubung, tetapi juga harapan untuk bangkit kembali,” katanya.
Masyarakat berharap pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga aktivitas ekonomi, terutama pengangkutan hasil pertanian, kembali berjalan normal dan mendorong pemulihan kehidupan warga di kawasan tersebut.











