Ekonomi & Bisnis

Kadin Dorong Peningkatan Perdagangan dan Investasi RI–China

Avatar
×

Kadin Dorong Peningkatan Perdagangan dan Investasi RI–China

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie (kanan). [Foto: KADIN Indonesia]

Byklik.com | Beijing – Delegasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan kunjungan ke China untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara, sekaligus mendorong peningkatan nilai transaksi dan arus investasi yang lebih besar di masa mendatang.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan Indonesia–China yang saat ini masih berada di bawah beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Vietnam.

“Target kami ke sini pertama, bagaimana agar membantu trade Indonesia–China bertambah. Tadi disampaikan kalau perdagangan Indonesia–China 168 miliar dolar AS, tapi masih di bawah Malaysia dan Vietnam, kalau bisa ditambah kan bagus,” ujar Anin di KBRI Beijing, Minggu, 21 Juni 2026.

Anin menjelaskan dirinya berada di China untuk menghadiri sejumlah agenda strategis, di antaranya China International Supply Chain Expo, APEC CEO Forum di Beijing, serta Summer Davos 2026 di Dalian, termasuk pertemuan dengan berbagai mitra usaha.

Baca Juga  Indibiz Gelar BizCademy Kartini, Dorong Perempuan Kuasai Bisnis Digital

Nilai perdagangan Indonesia dan China pada 2025 tercatat mencapai sekitar 167,48 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 16,7 persen. Jika ditambah Hong Kong, total perdagangan mencapai sekitar 173 miliar dolar AS. Namun angka tersebut masih berada di bawah Malaysia yang mencapai 191,66 miliar dolar AS dan Vietnam yang menempati posisi teratas di ASEAN dengan 296,14 miliar dolar AS.

Anin menegaskan bahwa peningkatan perdagangan tidak hanya bergantung pada komoditas besar seperti kelapa sawit, batu bara, dan baja, tetapi juga pada produk dengan volume lebih kecil yang memiliki potensi pasar luas.

Selain perdagangan, Kadin juga menargetkan peningkatan investasi China ke Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia butuh investasi untuk bisa mencapai 8 persen, termasuk menciptakan lapangan kerja. Jadi tujuannya benar-benar meningkatkan angka baik trade maupun investment,” katanya.

Baca Juga  AS Tangkap Maduro, China Dukung Presiden Sementara Venezuela

Menurut Anin, sektor prioritas investasi meliputi transisi energi, energi terbarukan, kesehatan, serta pertanian modern berbasis teknologi. Ia menilai China memiliki keunggulan dalam teknologi industri, energi bersih, hingga kecerdasan buatan yang dapat mendukung transformasi sektor-sektor tersebut di Indonesia.

China juga dinilai sebagai mitra investasi jangka panjang yang konsisten dalam membangun kerja sama ekonomi berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyampaikan bahwa investasi China di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 7,58 miliar dolar AS, sementara investasi dari Hong Kong mencapai sekitar 10,1 miliar dolar AS. Jika digabungkan, total investasi dari kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 18 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.