Byklik.com | Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat peran generasi muda dalam upaya pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui penyelenggaraan Forest Youthverse Summit 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), itu mempertemukan 30 generasi muda terpilih dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk membangun kolaborasi, mengembangkan inovasi, dan merumuskan aksi nyata bagi keberlanjutan hutan Indonesia.
Mengusung tema “Forest Heroes Behind The Scene: Generasi Muda sebagai Forest Heroes Masa Depan Indonesia”, kegiatan yang diselenggarakan bersama Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten tersebut menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi yang mempertemukan generasi muda dengan praktisi kehutanan, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Generasi Peduli Cinta Alam, Ernawati Eko Hartono, mengatakan Forest Youthverse Summit dirancang sebagai ruang pembelajaran transformatif untuk mendorong generasi muda menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan lingkungan dan kehutanan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda bukan hanya penonton dalam isu lingkungan. Mereka dapat menjadi inovator, penggerak komunitas, kreator konten lingkungan, bahkan pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi pelestarian hutan Indonesia,” ujar Ernawati dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Ernawati, tantangan perubahan iklim dan menurunnya keanekaragaman hayati memerlukan keterlibatan lebih banyak generasi muda yang mampu berpikir kreatif, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat hubungan dengan alam sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Kegiatan tersebut meliputi Youth Action for Nature, Forest Reflection Circle, Forest Connector, Forest Innovation Workshop, Forest Youth Forum, Forest Innovation Pitching, Expert Reflection, Forest Ideas Coffee, hingga Forest Youth Commitment.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah sesi Forest Innovation Pitching. Dalam sesi ini, 10 kelompok peserta mempresentasikan berbagai gagasan inovatif terkait konservasi, edukasi lingkungan, teknologi hijau, pengelolaan sampah, dan pelestarian keanekaragaman hayati di hadapan praktisi serta dewan pakar.
Berbagai ide yang dipaparkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi program nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana bagi peserta untuk mengasah kemampuan berpikir solutif serta membangun jejaring dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
Menurut Kementerian Kehutanan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian hutan dan biodiversitas, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir generasi muda agar menjadi pelaku perubahan yang mampu menginisiasi aksi nyata di lingkungan masing-masing.
Hasil Forest Youthverse Summit 2026 selanjutnya akan menjadi bagian dari penguatan jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) di berbagai daerah. Melalui jejaring tersebut, para peserta diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung kelestarian lingkungan.
Kementerian Kehutanan menilai masa depan hutan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang diambil saat ini, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenhut berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi inovasi, kolaborasi menjadi gerakan, serta gagasan menjadi aksi nyata dalam mendukung pengelolaan hutan lestari dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.***











