Byklik.com | Meureudu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya memfasilitasi pelatihan bagi masyarakat untuk memanfaatkan material sisa bencana banjir menjadi produk bernilai ekonomis berupa genting.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan lumpur sisa banjir yang melanda daerah itu pada akhir November 2025 sebagai bahan baku pembuatan genting.
“Pemkab Pidie Jaya memfasilitasi pelatihan warga memanfaatkan material bencana banjir akhir November 2025 untuk membuat genting. Genting tersebut bisa digunakan untuk pembangunan rumah terdampak bencana,” kata Okta Handipa, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut diikuti oleh 23 perajin batu bata dan digelar atas dukungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI dengan menghadirkan instruktur dari Koperasi Genting Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, selain meningkatkan keterampilan para perajin, pelatihan itu juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan material sisa banjir agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pidie Jaya,” ujarnya.
Okta menambahkan, program tersebut diharapkan dapat melahirkan pelaku usaha baru di sektor produksi genting dengan memanfaatkan material bencana sebagai bahan baku utama.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, mengapresiasi dukungan BNPP RI yang telah membantu masyarakat meningkatkan keterampilan mengolah material sisa banjir menjadi produk yang bernilai ekonomis.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pascabencana. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan perajin genting yang memanfaatkan lumpur sisa banjir sebagai bahan baku produksi,” ujar Munawar.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap pelatihan tersebut tidak hanya membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan dan mendukung pembangunan daerah.











