Berita Utama

BMKG: Cuaca Esktrem Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

Raudhatul
×

BMKG: Cuaca Esktrem Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

Sebarkan artikel ini
Hujan deras melanda Kota Lhokseumawe, beberapa waktu lalu. Foto: Dok.Byklik.com

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sejumlah wilayah Aceh pada 19 hingga 21 Juni 2026.

Sejumlah kabupaten/kota diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai angin kencang dan dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Forecaster on Duty BMKG SIM Banda Aceh, Angga Dirta, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di wilayah Samudra Hindia bagian barat Sumatera. Selain itu, keberadaan belokan angin di Aceh turut mendukung terbentuknya awan hujan.

Menurutnya, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat dan selatan Sumatera juga meningkatkan proses penguapan serta suplai uap air ke atmosfer yang berkontribusi terhadap pembentukan awan konvektif.

“Fenomena ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari,” ujar Angga, Jumat, 19 Juni 2026.

Baca Juga  Kemenhaj Mulai Berangkatkan Jemaah ke Arafah Besok

BMKG memprakirakan pada 19 Juni hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, dan Subulussalam.

Pada 20 Juni, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah pesisir barat, kawasan tengah, dan timur Aceh. Sementara pada 21 Juni, hujan lebat diperkirakan berpotensi melanda Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, serta Gayo Lues.

Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang. Pada 19 Juni, kondisi tersebut diperkirakan terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Kota Sabang. Sedangkan pada 20 Juni, potensi angin kencang masih dapat terjadi di Aceh Besar dan Aceh Selatan.

Baca Juga  BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Filipina

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan dan selalu mengikuti informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG,” kata Angga.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di Aceh berdasarkan hasil pengamatan satelit pada 18 Juni 2026. Titik panas tersebut berada di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, serta Kecamatan Penanggalan dan Rundeng di Kota Subulussalam dengan tingkat kepercayaan sedang.

Di Lhokseumawe, pemerintah mengantisipasi datangnya musim hujan dengan melakukan normalisasi drainase di sejumlah ruas serta mengoptimalkan fungsi waduk. Hujan deras yang melanda di Lhokseumawe, 7 Juni lalu, sempat menimbulkan genangan air di Jalan Perdagangan, Sukaramai, serta sejumlah ruas jalan lainnya. Namun, air surut dengan cepat sehingga tidak menyebabkan banjir.[]