Byklik.com | Banda Aceh – Masyarakat memadati kawasan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, untuk menyaksikan Pawai Syiar Islam dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa, 16 Juni 2026.
Antusiasme warga yang hadir menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap kegiatan syiar keagamaan yang melibatkan pelajar dan berbagai elemen masyarakat tersebut.
Salah seorang warga, Nilawati, menilai kegiatan pawai memiliki nilai positif karena dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya syiar Islam sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Pawai ini menjadi sarana untuk saling mengingatkan. Jika kegiatan seperti ini tidak dilaksanakan, dikhawatirkan masyarakat akan semakin melupakan syiar Islam,” ujarnya.
Guru SMP Islam Ibnu Khaldun Banda Aceh itu berharap pemerintah terus memperkuat pembelajaran dan pengenalan nilai-nilai Islam, khususnya bagi kalangan pelajar.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus meningkatkan keimanan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan memperdalam pemahaman agama dalam suasana yang menyenangkan,” katanya.
Nilawati menegaskan bahwa kegiatan keagamaan sangat penting bagi generasi muda agar tidak hanya berorientasi pada urusan duniawi, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan akhirat.
Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya menggelar pawai setiap tahun, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan Islami lainnya di lingkungan pendidikan.
Sebagai tenaga pendidik, Nilawati mengaku prihatin karena sejumlah kegiatan bernuansa keagamaan di sekolah mulai dibatasi, salah satunya pelaksanaan kurban.
“Dulu kegiatan kurban di sekolah menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami makna berkurban dan berbagi. Namun sekarang tidak lagi diperbolehkan karena dianggap pungutan liar. Padahal kegiatan tersebut mengajarkan anak-anak agar tidak hanya mengejar kepentingan dunia, tetapi juga memahami nilai-nilai ibadah dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Senada dengan itu, warga Banda Aceh lainnya, Fitriani, mengaku sengaja membawa anak-anaknya untuk menyaksikan pawai syiar Islam tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda sejak dini, terutama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan media sosial.
“Anak-anak sekarang lebih banyak terpapar teknologi dan media sosial. Melalui kegiatan seperti ini mereka bisa belajar sejarah Islam, mengenal Tahun Baru Hijriah, dan menumbuhkan kecintaan terhadap agama,” katanya.
Fitriani berharap kegiatan syiar Islam tidak hanya dilaksanakan saat peringatan 1 Muharram, tetapi juga diperbanyak dalam bentuk lomba, kajian, dan kegiatan edukatif lainnya yang melibatkan pelajar serta masyarakat.
“Kalau kegiatan keagamaan terus dihidupkan, saya yakin generasi muda akan memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Pawai Syiar Islam yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda sejak usia dini.











