Berita UtamaHeadline

Satu Ton Garam Ditabur di Langit Aceh Barat Atasi Karhutla

Avatar
×

Satu Ton Garam Ditabur di Langit Aceh Barat Atasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat. Hingga Rabu 10 Juni 2026. [Foto: BNPB Aceh Barat]

Byklik.com | Meulaboh – Sebanyak satu ton garam ditaburkan ke langit Kabupaten Aceh Barat dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca masih terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla yang berpotensi meluas akibat kondisi cuaca kering.

“Operasi modifikasi cuaca masih terus dilaksanakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Aceh,” kata Ronal di Meulaboh, Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan operasi terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan PT Semuwa Aviasi Mandiri dengan mengerahkan pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX bernomor registrasi PK-JVH.

Baca Juga  Patah Tangan, Jemaah Haji Aceh Barat Batal Berangkat

Pesawat tersebut lepas landas pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 14.52 waktu setempat dan melakukan misi penyemaian garam di wilayah yang telah ditentukan. Setelah mengudara selama hampir dua jam, pesawat kembali mendarat pada pukul 16.44 waktu setempat.

Menurut Ronal, operasi difokuskan pada area pemblokiran awan potensial yang membentang dari Kabupaten Aceh Barat hingga Kabupaten Nagan Raya.

“Wilayah ini menjadi fokus operasi karena memiliki potensi pembentukan awan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan di kawasan terdampak karhutla,” ujarnya.

Dalam misi tersebut, sebanyak satu ton garam atau natrium klorida (NaCl) disemai ke awan potensial guna merangsang terbentuknya hujan. Metode ini diharapkan dapat membantu meningkatkan curah hujan di wilayah sasaran sehingga mempercepat proses pemadaman titik-titik kebakaran.

Baca Juga  Mendagri: Pemerintahan hingga Layanan Publik di Sumatra Berangsur Normal Pascabencana

Selain mendukung penanganan karhutla, operasi modifikasi cuaca juga bertujuan mengendalikan distribusi curah hujan agar lebih merata di wilayah pantai barat Aceh.

“Dengan penyemaian garam ini diharapkan curah hujan dapat meningkat dan tersebar lebih merata sehingga risiko kebakaran lahan maupun dampak kekeringan ekstrem dapat diminimalkan,” kata Ronal.

Pemerintah bersama BNPB akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan guna menentukan kebutuhan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca lanjutan apabila diperlukan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana untuk melindungi kawasan hutan, lahan perkebunan, serta permukiman masyarakat dari ancaman kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan dan ekonomi.