Byklik.com | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui sejumlah bantuan untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah. Dukungan tersebut disampaikan langsung Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat menerima audiensi Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Kantor Pusat BNPB, Jakarta Timur, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Haili Yoga memaparkan berbagai kebutuhan daerah, mulai dari pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, penanganan longsor yang masih sering terjadi, hingga kebutuhan sarana pendukung untuk pengurangan risiko bencana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam penanganan kebencanaan.
“Pak Bupati tidak usah khawatir, BNPB akan selalu berada di garis terdepan untuk membantu Aceh Tengah,” kata Suharyanto.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BNPB menyetujui bantuan dua unit perahu polietilen yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Danau Lut Tawar.
Selain itu, BNPB juga memberikan satu unit kendaraan operasional roda empat jenis double cabin untuk memperkuat mobilitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah dalam menjalankan tugas kebencanaan.
Pada kesempatan itu, Haili Yoga juga menyampaikan perkembangan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Menurutnya, pembangunan huntara direncanakan dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan bangunan lokal.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat mengajukan bantuan pembiayaan pembangunan huntara setelah dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran oleh Dinas Perumahan dan Permukiman.
“Pembiayaan akan dihitung terlebih dahulu oleh Dinas Perkim. Setelah ditandatangani oleh bupati dan diajukan ke BNPB, pembiayaannya akan kami bantu,” ujar Jarwansah.
Selain membahas pembangunan huntara, Bupati Aceh Tengah juga melaporkan perkembangan kawasan relokasi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Linge. Menurutnya, kawasan relokasi yang telah dibangun kini berkembang menjadi permukiman baru yang tertata dan layak huni bagi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Haili Yoga turut menyampaikan kondisi Aceh Tengah yang masih menghadapi ancaman longsor di sejumlah wilayah. Meski bantuan alat berat dari pemerintah pusat sangat membantu proses penanganan, kebutuhan penanganan bencana masih cukup besar karena longsor kerap terjadi di berbagai titik.
“Anggaran daerah banyak terserap untuk penanganan longsor. Setelah satu titik selesai ditangani, longsor kembali terjadi di lokasi lain,” ujarnya.
Menurut Haili Yoga, tingginya intensitas bencana menyebabkan pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan pemulihan infrastruktur yang rusak.
Di sisi lain, ia juga memaparkan perkembangan sektor pariwisata Aceh Tengah yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah mencapai sekitar 62 ribu orang, termasuk lebih dari 5.600 wisatawan mancanegara yang sebagian besar berasal dari Malaysia.
Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan pemerintah daerah, Kepala BNPB membuka peluang pengajuan bantuan stimulan tahap kedua bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, apabila masa penggunaan alat berat bantuan pemerintah pusat telah berakhir, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dipersilakan mengajukan kembali permohonan bantuan kepada BNPB.
Suharyanto juga menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendukung program normalisasi sungai guna mengurangi risiko bencana di Aceh Tengah. Selain itu, BNPB menyatakan kesiapan membantu pembiayaan penyelesaian pembangunan jembatan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI M. Syech Ismed, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Inspektur III (Plt) BNPB Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, serta jajaran BNPB lainnya.
Melalui dukungan pemerintah pusat tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap upaya penanganan bencana, rehabilitasi wilayah terdampak, dan pembangunan infrastruktur penunjang dapat berjalan lebih optimal. Dukungan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat serta mempercepat proses pemulihan daerah pascabencana.***











