Berita Utama

Pemadaman Listrik Lumpuhkan UMKM di Banda Aceh

Raudhatul
×

Pemadaman Listrik Lumpuhkan UMKM di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Pemadaman Listrik Lumpuhkan UMKM di Banda Aceh. (Foto: Byklik.com/Raudhah)

Byklik.com | Banda Aceh – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera berdampak luas terhadap aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha rumahan terpaksa menghentikan kegiatan produksi karena seluruh proses kerja bergantung pada pasokan listrik.

Kondisi tersebut turut dirasakan Rahmawati, seorang penjahit di Gampong Baro, Banda Aceh. Sejak pemadaman listrik terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 sore, aktivitas usaha jahitnya nyaris lumpuh karena seluruh mesin jahit yang digunakan tidak dapat beroperasi tanpa aliran listrik.

Di ruang jahit sederhana miliknya, terlihat sejumlah pakaian menumpuk tanpa terselesaikan. Suasana tempat usaha pun tampak sepi akibat tidak berfungsinya peralatan produksi secara optimal selama listrik padam.

Baca Juga  Festival Srimusim Lampuuk Jadi Ruang Jaga Adat dan Dorong Ekonomi Warga

Rahmawati mengaku, pemadaman listrik tersebut membuat pekerjaannya tertunda dan mengganggu target penyelesaian pesanan pelanggan. Ia juga khawatir kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap usahanya.

“Kalau listrik mati, pekerjaan langsung berhenti. Semua mesin di sini pakai listrik, jadi tidak bisa dipakai sama sekali. Pesanan banyak yang belum selesai,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan, usaha menjahit yang dijalankannya merupakan sumber penghasilan utama keluarga. Karena itu, gangguan listrik berdampak langsung terhadap pendapatan sehari-hari, terutama saat jumlah pesanan meningkat menjelang momen hari besar seperti Idul Adha.

Baca Juga  Gubernur Mualem Minta Dukungan Menteri Hanif untuk Dana Abadi Eks Kombatan

Rahmawati menambahkan, dirinya memiliki genset sebagai alternatif sumber listrik. Namun, penggunaannya terbatas karena tingginya biaya bahan bakar jika dioperasikan dalam waktu lama.

“Genset ada, tapi tidak mungkin dihidupkan terus dari malam sampai pagi. Bensin juga mahal sekarang,” katanya.

Selain menghambat produksi, pemadaman listrik juga berdampak pada komunikasi dengan pelanggan. Sejumlah pelanggan disebut mulai menanyakan kepastian waktu penyelesaian pesanan akibat keterlambatan pengerjaan.

“Usaha kecil seperti kami sangat bergantung pada listrik. Kalau mati terlalu lama, penghasilan juga ikut berhenti,” tutupnya.[]