Byklik.com | Jakarta – Universitas Syiah Kuala kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Melalui inovasi bertajuk “BioJustice AI”, tim mahasiswa USK berhasil meraih Juara 1 Nasional pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) CSSMoRA ke-18 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal.
Tim peraih juara terdiri atas Untung Surapati dari Program Studi Pendidikan Dokter dan Riska Fadillah dari Program Studi Pendidikan Biologi. Keduanya mengusung gagasan rekonstruksi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berlandaskan etika Islam.
Inovasi “BioJustice AI” difokuskan pada deteksi dini krisis kesehatan mental serta degradasi moral generasi muda di era digital. Konsep tersebut menekankan pengembangan AI yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada perlindungan nilai kemanusiaan dan aspek spiritual.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa USK dalam merespons tantangan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
“Prestasi ini sangat luar biasa karena mahasiswa kita mampu mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai-nilai Maqashid Syariah. BioJustice AI bukan sekadar karya tulis, melainkan gagasan besar tentang bagaimana teknologi seharusnya melindungi jiwa, akal, dan moral manusia. Hal ini sejalan dengan visi USK dalam mencetak lulusan yang inovatif dan tetap berakhlak,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Sementara itu, Ketua Tim BioJustice AI, Untung Surapati, mengatakan ide pengembangan karya tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap dampak negatif penggunaan AI yang dinilai kerap mengabaikan aspek etika dan kemanusiaan.
“Kami ingin membuktikan bahwa AI dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih humanis dan berkeadilan. Dengan bimbingan para dosen, kami menjadikan perlindungan agama, jiwa, dan akal sebagai fondasi utama dalam algoritma teknologi. Kemenangan ini kami persembahkan untuk Aceh dan kampus tercinta,” ujarnya.
Puncak kegiatan CSSMoRA ke-18 dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dan diikuti oleh delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan USK meraih juara pertama dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa riset dan inovasi mahasiswa dari Aceh mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.
Melalui capaian ini, tim BioJustice AI berharap konsep pengembangan teknologi berbasis nilai-nilai keislaman dapat terus dikembangkan menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan sosial dan kesehatan mental generasi muda Indonesia ke depan.***











