Travel & Kuliner

Kuah Pliek U Jadi Simbol Ketahanan Pangan Masyarakat Aceh

Avatar
×

Kuah Pliek U Jadi Simbol Ketahanan Pangan Masyarakat Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: AI]

Byklik.com | Banda Aceh – Kuah pliek u tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Aceh, tetapi juga menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan warisan budaya yang terus bertahan lintas generasi di Tanah Rencong.

Masakan tradisional berbahan dasar pliek u atau ampas kelapa fermentasi itu hingga kini tetap menjadi hidangan wajib dalam berbagai seremoni adat masyarakat Aceh, mulai dari kenduri, syukuran, hingga perayaan hari besar keagamaan.

Kuah pliek u dikenal luas karena memadukan aneka sayuran hijau dengan cita rasa khas gurih dan asam yang kuat. Bahan utamanya berasal dari ampas kelapa hasil perasan minyak kelapa atau patra yang difermentasi dalam waktu tertentu.

Dalam kajian etno-gastronomi, pliek u disebut sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menerapkan konsep pengolahan tanpa limbah atau zero waste.

Proses pembuatannya dimulai dari pembusukan daging kelapa, pengambilan minyak reuliek, hingga menghasilkan ampas kering yang kaya mikroorganisme hasil fermentasi.

Baca Juga  Lebaran Diprediksi Hujan Lebat, Polisi Siapkan Tim Tanggap Bencana di Jalur Mudik

Bagi masyarakat Aceh, penggunaan ampas kelapa tersebut bukan sekadar untuk menciptakan rasa khas, tetapi juga memiliki makna filosofis bahwa setiap bagian kehidupan, termasuk yang dianggap sisa, tetap memiliki nilai dan manfaat jika diolah dengan kesabaran.

Kuah pliek u biasanya diracik menggunakan berbagai jenis sayuran seperti daun dan buah melinjo, kacang panjang, nangka muda, pepaya muda, hingga rebung.

Cita rasa khas masakan ini juga berasal dari campuran rempah-rempah tradisional seperti jahe, kunyit, ketumbar, serta asam sunti atau belimbing wuluh kering yang menjadi identitas kuliner Aceh.

Selain dikenal kaya rasa, kuah pliek u juga dinilai memiliki manfaat kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut proses fermentasi pliek u menghasilkan bakteri asam laktat yang berpotensi sebagai probiotik alami untuk kesehatan pencernaan.

Baca Juga  Festival Srimusim Lampuuk Jadi Ruang Jaga Adat dan Dorong Ekonomi Warga

Kandungan berbagai jenis sayuran di dalamnya juga menjadikan kuah pliek u sebagai sumber serat dan mikronutrien penting bagi tubuh.

Dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, kuah pliek u hampir selalu hadir dalam tradisi meuseuraya atau gotong royong dan berbagai kegiatan kebersamaan warga.

Masakan ini mudah diproduksi dalam jumlah besar dengan biaya relatif terjangkau sehingga menjadi simbol kesetaraan sosial karena dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Secara ekonomi, industri rumahan pembuatan pliek u juga menjadi sumber penghasilan penting bagi masyarakat pesisir di sejumlah daerah seperti Aceh Besar, Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara.

Saat ini, pliek u tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi juga dikirim ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh di perantauan, termasuk di Malaysia dan negara-negara Skandinavia, sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Aceh.