Byklik.com | Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan forum “Suara Warga” menjadi wadah strategis untuk mempercepat perbaikan pelayanan publik di Banda Aceh melalui keterlibatan langsung masyarakat dan komunitas sipil.
Forum yang digelar bersama Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK) itu membahas berbagai persoalan publik mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi dan UMKM, hingga ketangguhan bencana.
“Melalui Suara Warga ini pemerintah semakin membuka telinga untuk mendengar suara masyarakat, sehingga berbagai kekurangan baik dari sisi kebijakan, regulasi, maupun sarana-prasarana bisa kita perbaiki bersama,” kata Illiza di Banda Aceh.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi sarana memetakan tanggung jawab antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di ibu kota Aceh itu.
Illiza turut mengapresiasi GeRAK Aceh yang dinilai konsisten memberikan kritik dan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Kami sangat berterima kasih kepada GeRAK Aceh yang terus mempersamai pemerintah kota untuk memberikan kritik dan masukan yang membangun. Dari setiap masukan itu, kami mencoba melakukan perbaikan,” ujarnya.
Dalam sektor pendidikan, masyarakat menyoroti distribusi tenaga pendidik, sekolah inklusif, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Illiza, telah melakukan profiling guru bekerja sama dengan Sampoerna Foundation untuk memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita sudah mengetahui di mana kekurangan para guru kita. Nantinya melalui Banda Aceh Academy, pelatihan peningkatan kapasitas akan terus dilakukan, baik secara luring maupun daring,” katanya.
Selain pendidikan, pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait layanan di puskesmas dan rumah sakit yang dinilai perlu lebih transparan dan mudah diakses secara digital.
Menanggapi hal itu, Illiza menyebut pemerintah kota sedang menyiapkan sistem pelayanan digital agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi dengan lebih cepat dan mudah.
“Semua masukan yang disampaikan masyarakat ini sedang kami siapkan agar pelayanan bisa lebih cepat, lebih baik, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh menjadi modal penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.











