Ekonomi & Bisnis

Wamen Stella Dorong Hilirisasi Nilam Dongkrak Ekonomi Nasional

Avatar
×

Wamen Stella Dorong Hilirisasi Nilam Dongkrak Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, di Atsiri Research Center (ARC) Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Nilam Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat, 8 Mei 2026. [Foto: USK]

Byklik.com | Banda Aceh – Wakil Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, meninjau langsung pengembangan hilirisasi nilam di Atsiri Research Center (ARC) Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Nilam Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat, 8 Mei 2026. Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap riset perguruan tinggi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Kedatangan Stella disambut Wakil Rektor III USK Prof. Mustanir, Sekretaris Universitas Dr. Meldi Kusuma, serta Kepala ARC PUIPT Nilam USK, Syaifullah Muhammad. Dalam kunjungan itu, Stella meninjau Laboratorium Proses ARC, rumah produksi parfum dan skincare, serta berdialog dengan mahasiswa peneliti terkait masa depan riset Indonesia.

Stella mengapresiasi keberhasilan USK membangun ekosistem riset nilam dari hulu hingga hilir yang dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Bea Cukai Langsa dan Banda Aceh Raih Penghargaan Nasional

“ARC adalah salah satu contoh terbaik bagaimana nilai tambah komoditas nasional bisa meningkat melalui riset,” ujar Stella.

Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat inovasi berbasis riset melalui berbagai insentif bagi dosen peneliti.

“Kami yakin peningkatan ekonomi negara akan terjadi melalui riset dan inovasi berkualitas yang lahir dari perguruan tinggi,” katanya.

Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menegaskan fokus pengembangan nilam di ARC bukan sekadar riset laboratorium, melainkan menghadirkan dampak langsung bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Hilirisasi nilam telah menciptakan ekosistem baru industri atsiri Indonesia, khususnya di Aceh, yang memberi nilai tambah ekonomi bagi petani dan UMKM,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih besar pada inovasi berbasis potensi lokal di daerah agar kekayaan hayati dari berbagai pelosok Indonesia dapat diolah menjadi sumber kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Kementerian Keuangan Buka Blokir Anggaran Senilai Rp86,6 Triliun

“Pembangunan inovasi dari pinggiran akan mengangkat konteks lokal menjadi kekuatan ekonomi nasional,” tegas Syaifullah.

Wakil Rektor III USK, Prof. Mustanir, memastikan USK akan terus memperkuat hilirisasi riset nilam sebagai bagian dari gerakan ekonomi kampus yang berdampak luas bagi masyarakat.

“USK tetap komit dan konsisten mengembangkan inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi nilam Aceh sebagai gerakan ekonomi universitas dan masyarakat,” ujarnya.

ARC USK merupakan Pusat Unggulan Iptek yang fokus pada riset, pengembangan, dan komersialisasi produk turunan nilam Aceh. Lembaga ini telah mencatat berbagai prestasi nasional dan internasional melalui implementasi riset yang memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.