Byklik.com | Bandung – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem jaringan detektor bawah air untuk mendukung pemantauan lingkungan serta pengelolaan sumber daya maritim secara berkelanjutan.
Pengembangan teknologi tersebut dilakukan Pusat Riset Elektronika (PRE) di bawah Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN sebagai bagian dari penguatan riset nasional menuju pembangunan Indonesia 2025–2045.
“Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan fondasi pembangunan melalui hilirisasi sumber daya alam, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja,” ujar peneliti BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, Selasa, 5 Mei 2026.
Sistem yang dikembangkan mampu memantau berbagai parameter kualitas lingkungan perairan, seperti pH, temperatur, konduktivitas, dissolved oxygen, kelembapan, kekeruhan, nutrien, hingga tinggi muka air.
Selain itu, teknologi tersebut juga dilengkapi sensor pendeteksi sampah bawah air menggunakan depth sensor, pencitraan 3D akustik dan optik, serta sensor arus dan aliran laut.
“Untuk mendukung pemantauan ekosistem perairan, sistem ini juga menggunakan sensor bawah air, sistem visi, dan navigasi,” kata Yusuf.
Menurutnya, saat ini sistem telah memasuki tahap kajian, perancangan, dan simulasi dengan memanfaatkan teori graf untuk mendukung teknologi deteksi cepat dan pemantauan lingkungan.
BRIN menilai riset tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan laut, mendukung hilirisasi sumber daya alam, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis teknologi maritim.
Ke depan, sistem itu akan dikembangkan menjadi platform mobile pemantauan bawah air berbasis data real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
“Sistem detektor bawah air menjadi salah satu fokus utama riset PRE BRIN dalam memperkuat infrastruktur pemantauan bawah laut nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, PRE BRIN juga terlibat dalam pengembangan teknologi deteksi bawah air untuk kebutuhan mitigasi kebencanaan.











