Byklik.com | Banda Aceh – Struktur tenaga kerja di Aceh pada Februari 2026 masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), di tengah meningkatnya angka pengangguran dan menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, menyebut lulusan SMA menempati porsi terbesar dalam komposisi tenaga kerja dengan persentase 36,70 persen.
“Distribusi ini menunjukkan tenaga kerja di Aceh masih didominasi pendidikan menengah, dan polanya relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Agus, Selasa, 5 Mei 2026.
Sebaliknya, lulusan diploma I/II/III menjadi kelompok paling sedikit, hanya 4,02 persen.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Aceh mencapai 4,19 juta orang, meningkat 66.510 orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah itu, 2,66 juta merupakan angkatan kerja, sementara 1,53 juta lainnya bukan angkatan kerja.
“Dari total angkatan kerja, sekitar 2,5 juta orang bekerja dan 156.230 orang masih menganggur,” kata Agus.
Ia menambahkan, dibandingkan tahun lalu, jumlah penduduk bekerja justru turun 55.340 orang, sedangkan jumlah pengangguran meningkat 7.430 orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 63,44 persen, menurun dari tahun sebelumnya. TPAK laki-laki mencapai 81,45 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya 45,50 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh berada di angka 5,88 persen.
“Artinya, dari setiap 100 angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 41,39 persen. Disusul sektor perdagangan sebesar 13,41 persen dan sektor pendidikan 6,97 persen.
Mayoritas penduduk bekerja berstatus buruh atau karyawan dengan persentase 31,44 persen. Namun, pekerja informal masih mendominasi dengan porsi 64,15 persen, sementara pekerja formal hanya 35,85 persen.
“Ini menunjukkan tantangan besar dalam peningkatan kualitas dan formalitas pekerjaan di Aceh,” kata Agus.
Dari sisi jam kerja, sebanyak 60,47 persen tenaga kerja tergolong pekerja penuh. Sisanya merupakan pekerja tidak penuh, terdiri dari setengah pengangguran 10,69 persen dan pekerja paruh waktu 28,84 persen.











