Pendidikan & KarierTeknologi & Sains

Meutya Tekankan Kesadaran Digital, Siswa Diminta Bijak Bermedia

Avatar
×

Meutya Tekankan Kesadaran Digital, Siswa Diminta Bijak Bermedia

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Meutya dalam kegiatan Sahabat TUNAS NTB di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Lombok, Selasa, 5 Mei 2026. [Foto: Humas Komdigi

Byklik.com | Lombok – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya membangun kesadaran digital sejak dini agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Meutya saat berdialog langsung dengan siswa dalam kegiatan Sahabat TUNAS NTB di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Athfal Rebila, Lombok, Selasa, 5 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, terungkap banyak siswa menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di internet, media sosial, dan gim daring.

“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” ujar Meutya.

Baca Juga  8.082 Mahasiswa Baru USK Ikuti Pembinaan Akademik

Ia mengingatkan, penggunaan digital berlebihan berpotensi memicu kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, relasi dengan orang tua, hingga kesehatan mental.

Menurut Meutya, pemerintah telah mengantisipasi hal tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

“Ini adalah langkah perlindungan yang tegas agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya.

Baca Juga  Antusiasme Publik Tinggi, Sudah 261 Pendaftar Seleksi KPI Pusat

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan akses digital bagi anak bukan keputusan sepihak, melainkan berbasis kajian ilmiah dari para ahli serta praktik terbaik di berbagai negara.

Selain itu, Meutya memastikan pemerintah terus mendorong pemerataan akses internet berkualitas, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

“Kami pastikan setiap anak Indonesia dapat mengakses dunia digital dengan aman,” ujarnya.

Dialog tersebut memperkuat komitmen pemerintah bahwa literasi digital harus dibangun melalui kesadaran langsung anak, guna mencetak generasi yang cerdas dan tangguh di era digital.