Headline

Aceh dan UEA Bahas Investasi, Penerbangan, dan Energi

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh dan UEA Bahas Investasi, Penerbangan, dan Energi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri, di Jakarta, Senin, 27 April 2026. (Foto: FB Muzakir Manaf)

Byklik.com | Jakarta – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri, di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ekonomi serta peluang investasi di berbagai sektor strategis di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Muzakir Manaf secara langsung mengundang pemerintah dan investor UEA untuk menanamkan modal di Aceh. Sejumlah sektor yang ditawarkan meliputi minyak dan gas, pertambangan, industri pengolahan kelapa sawit, serta perdagangan ekspor komoditas unggulan daerah.

Komoditas yang menjadi fokus penawaran antara lain minyak nilam, produk turunan kelapa, gaharu, biomassa energi terbarukan, hingga karbon aktif. Gubernur Aceh menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi sumber daya alam yang besar serta prospek pasar yang menjanjikan bagi investor asing.

Baca Juga  Dari Sulsel Hingga Batam, Rp10,3 Miliar Bantuan Mengalir untuk Aceh

“Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan melalui investasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ujar Muzakir Manaf.

Duta Besar UEA, Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri, menyambut baik tawaran tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan dengan Aceh, khususnya pada sektor energi dan infrastruktur.

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana pembukaan kantor perwakilan maskapai Emirates dan Etihad Airways di Aceh. Selain itu, kedua pihak turut membahas kemungkinan pembukaan rute penerbangan langsung Aceh–Uni Emirat Arab.

Rute penerbangan tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas internasional, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, terutama jamaah umrah menuju Arab Saudi.

Baca Juga  Listrik Padam Jadi Penghambat Utama Pemulihan Telekomunikasi Aceh

Selain sektor penerbangan, UEA juga menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah proyek strategis di Aceh, termasuk investasi oleh Mubadala Energy, serta peluang kerja sama dalam pemulihan pascabencana dan pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan tol.

Kedua pihak sepakat untuk membentuk tim kerja bersama yang akan mulai bertugas pada Mei 2026 guna menindaklanjuti berbagai rencana kerja sama tersebut, khususnya di bidang investasi, perdagangan, dan transportasi udara.

Pemerintah Aceh berharap pertemuan ini menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–UEA, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi internasional yang berkelanjutan.***