Nasional

Kemenkes Gandeng Noor Dubai Foundation untuk Operasi Katarak Gratis

Bambang Iskandar Martin
×

Kemenkes Gandeng Noor Dubai Foundation untuk Operasi Katarak Gratis

Sebarkan artikel ini
Kementerian Kesehatan memperkuat kerja sama internasional dengan Noor Dubai Foundation untuk menghadirkan layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang sulit mengakses fasilitas medis. Melalui dukungan hibah senilai 294.222 dirham, sebanyak 500 warga di berbagai wilayah mendapatkan bantuan operasi katarak secara gratis. (Foto: Kemenkes)

Byklik.com | Kapuas – Kementerian Kesehatan memperkuat kerja sama internasional dengan Noor Dubai Foundation untuk menghadirkan layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang sulit mengakses fasilitas medis. Melalui dukungan hibah senilai 294.222 dirham, sebanyak 500 warga di berbagai wilayah mendapatkan bantuan operasi katarak secara gratis.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas masyarakat sekaligus mencegah penurunan kualitas hidup akibat gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan, kemitraan tersebut merupakan komitmen berkelanjutan yang telah dirintis sejak 2025 dan akan terus diperkuat ke depannya.

“Kerja sama ini akan berkembang menjadi payung hukum yang lebih kuat untuk mendukung berbagai program kesehatan mata di masa mendatang,” ujar Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Jumat, 24 April 2026.

Baca Juga  DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Selain itu, pemerintah berencana memperluas jangkauan layanan melalui pemanfaatan teknologi konsultasi medis jarak jauh. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat di daerah terpencil untuk memperoleh pemeriksaan dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi dengan rumah sakit rujukan.

“Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dengan jelas. Ini tentang menghadirkan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Dante menambahkan, penguatan layanan kesehatan mata menjadi penting mengingat hasil skrining nasional menunjukkan sekitar 48 persen dari 21 juta warga yang diperiksa mengalami gangguan kesehatan, dengan sekitar 6 persen di antaranya memerlukan penanganan lanjutan terkait penglihatan.

Pelaksanaan operasi dilakukan melalui prosedur ketat guna menjamin keselamatan pasien. Tahap awal dilakukan penyaringan oleh tenaga kesehatan dan kader di lapangan terhadap warga yang memiliki keluhan penglihatan. Selanjutnya, tim dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan gula darah dan pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang sesuai.

Baca Juga  Rikwanto Usul Strategi Efektif Berantas Narkotika di Aceh

Kabupaten Kapuas dipilih sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan program karena tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan dokter spesialis. Kegiatan bakti sosial ini dipusatkan di Vision Center Kapuas yang telah melayani masyarakat sejak Juli 2023.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 200 pasien di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pemerintah menilai capaian ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan penglihatan masyarakat secara nasional.***