Byklik.com | Bandung – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat melaksanakan perekaman biometrik bagi peserta Program Government to Government (G to G) Korea Selatan UBT Khusus Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 15–16 April 2026, sementara verifikasi dokumen dilakukan secara daring hingga Rabu, 22 April 2026.
Berdasarkan data Direktorat Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sebanyak 66 pendaftar dijadwalkan mengikuti perekaman biometrik di wilayah kerja BP3MI Jawa Barat. Sementara itu, sebanyak 208 pendaftar menjalani proses verifikasi secara online.
Pelaksanaan kegiatan tersebar di empat titik layanan, yakni Kantor BP3MI Jawa Barat, P4MI Bekasi, P4MI Cirebon, dan P4MI Sukabumi.
Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Jawa Barat, Neng Wepi, menegaskan bahwa perekaman biometrik merupakan syarat wajib bagi pendaftar yang belum pernah melakukannya sebelumnya.
“Bagi pendaftar yang belum melakukan perekaman sebelumnya, wajib datang sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Direktorat Penempatan Pemerintah KP2MI untuk dilakukan perekaman biometrik oleh petugas,” ujar Neng.
Ia mengakui, proses pelayanan sempat mengalami kendala akibat gangguan sistem dan aplikasi. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan segera ditangani.
“Pelayanan biometrik sempat terkendala karena adanya gangguan sistem dan aplikasi. Namun setelah berjalan normal, seluruh pendaftar yang hadir dapat difasilitasi untuk perekaman biometriknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Neng menekankan bahwa proses verifikasi dokumen dilakukan sepenuhnya secara daring, sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor.
“Verifikasi dilakukan oleh petugas secara online, tidak secara tatap muka. Jadi pendaftar tidak perlu datang ke kantor BP3MI Jawa Barat,” pungkasnya.











