Internasional

Sekjen PBB Kutuk Keras Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

Avatar
×

Sekjen PBB Kutuk Keras Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Sejumlah personel TNI AL Satgas UNIFIL merayakan kepulangan dengan melempar baret di Dermaga Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur
Sejumlah personel TNI AL Satgas UNIFIL merayakan kepulangan dengan melempar baret di Dermaga Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Pasukan perdamaian ini kembali ke tanah air usai menjalankan misi PBB di Lebanon. 📷: Dok. Antara Foto/InfoPublik

ByKlik.com | Jakarta — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan proyektil yang menewaskan seorang prajurit TNI di Lebanon, pada Minggu, 29 Maret 2026. Insiden tragis di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr tersebut juga melukai satu personel TNI lainnya secara serius.

Guterres mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Ia mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional demi keselamatan pasukan perdamaian.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” tulis Guterres melalui akun X resminya, dikutip pada Senin (30/3/2026).

Baca Juga  HNW Dukung OKI Tolak Ekspansionisme Israel

Sementara itu, pihak UNIFIL sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul proyektil yang menghantam pos penjagaan tersebut. Meskipun kantor berita NNA Lebanon menuding militer Israel sebagai pelakunya, UNIFIL tetap mengedepankan investigasi menyeluruh.

“Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Kami tidak mengetahui asal-usul proyektil tersebut dan telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” tulis pernyataan resmi UNIFIL.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) juga melayangkan protes keras terhadap serangan tersebut. Pemerintah Indonesia menuntut transparansi dalam proses penyelidikan atas gugurnya prajurit terbaik bangsa.

Baca Juga  Gelombang Rudal Iran Guncang Israel, Konflik Memanas

Kemlu RI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban melalui pernyataan resmi pada Senin (30/3/2026). Saat ini, tim medis tengah menangani personel yang terluka untuk mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Situasi di perbatasan Lebanon Selatan memang terus memanas akibat baku tembak antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah. Konflik ini kini berdampak langsung pada keamanan personel internasional yang bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut. []