Internasional

Gelombang Rudal Iran Guncang Israel, Konflik Memanas

Avatar
×

Gelombang Rudal Iran Guncang Israel, Konflik Memanas

Sebarkan artikel ini
Seorang petugas darurat berjalan di lokasi setelah rentetan serangan rudal Iran di Israel tengah, di tengah konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran, di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. [Foto: REUTERS/Tomer Appelbaum]

Byklik.com | Tel Aviv – Iran meluncurkan gelombang serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel, Selasa, 24 Maret 2026, dalam eskalasi terbaru konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Militer Israel menyebutkan sejumlah rudal ditembakkan secara beruntun ke wilayah pusat hingga selatan, memicu sirene peringatan di berbagai kota termasuk Yerusalem dan Tel Aviv. Sistem pertahanan udara dikerahkan untuk melakukan intersepsi, namun beberapa rudal dilaporkan berhasil menembus dan menyebabkan kerusakan.

Serangan ini mengakibatkan korban luka serta kerusakan pada bangunan dan kendaraan di sejumlah titik. Di Tel Aviv, beberapa area permukiman terdampak langsung oleh ledakan rudal yang membawa bahan peledak besar.

Baca Juga  China Kecam Serangan ke Iran, Serukan Gencatan dan Diplomasi

 

Api melalap sebuah mobil di lokasi setelah rentetan serangan rudal Iran di Israel tengah, di tengah konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran, di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. [Foto: REUTERS/Tomer Appelbaum]
Aksi militer tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim adanya “pembicaraan produktif” dengan Iran untuk meredakan konflik, namun klaim itu langsung dibantah Teheran yang menyebutnya sebagai “berita palsu.”

Situasi semakin kompleks setelah Israel melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Iran dan Lebanon, termasuk posisi kelompok Hizbullah. Pertukaran serangan ini memperluas potensi konflik regional, dengan beberapa negara di kawasan Teluk juga mulai terdampak.

Baca Juga  Wali Nanggroe Bahas Penguatan Kerja Sama Aceh–Rusia di Moskow

Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, kedua pihak terus saling melancarkan serangan rudal dan udara. Iran bahkan disebut menggunakan jenis rudal canggih, termasuk yang membawa bom klaster, yang sulit dicegat oleh sistem pertahanan Israel.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik. Upaya diplomasi masih berlangsung melalui sejumlah negara mediator, namun intensitas serangan justru terus meningkat, menimbulkan kekhawatiran akan perang skala lebih luas di kawasan tersebut.