Berita Utama

Bupati Aceh Timur dan BSI Santuni 476 Anak Yatim

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Timur dan BSI Santuni 476 Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Idi Rayeuk menyalurkan santunan kepada 476 anak yatim yang berasal dari 23 gampong di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Seuneubok Baro pada Rabu, 18 Maret 2026. (Ist)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Idi Rayeuk menyalurkan santunan kepada 476 anak yatim yang berasal dari 23 gampong di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Seuneubok Baro pada Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Al-Farlaky menegaskan bahwa program santunan anak yatim merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam meningkatkan kepedulian sosial, terutama selama bulan Ramadan. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak masa kampanye hingga saat ini.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

“Program ini kami hadirkan agar anak-anak yatim tetap mendapatkan perhatian dan tidak merasa sendiri,” kata Al-Farlaky.

Ia menambahkan, ribuan anak yatim di Aceh Timur telah menerima santunan melalui berbagai program sosial yang dijalankan pemerintah daerah bersama sejumlah mitra.

Al-Farlaky juga mengapresiasi peran Bank Syariah Indonesia dalam mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perbankan sangat penting untuk memperluas jangkauan program sosial.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Resmikan Jembatan Bailey di Kecamatan Nurussalam

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BSI atas partisipasinya. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati turut mengajak masyarakat Ranto Peureulak untuk mendukung program pembangunan daerah. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, mengingat luasnya wilayah Aceh Timur.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan optimal dan merata,” tutupnya.***