Berita UtamaNasional

Polda Riau Targetkan 110 Jembatan, 27 Rampung

Avatar
×

Polda Riau Targetkan 110 Jembatan, 27 Rampung

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lakukan Safari Ramadan ke Mapolda Riau. Turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Selasa, 17 Maret 2026.. [Foto: Humas Polri]

Byklik.com | Kampar – Polda Riau menargetkan pembangunan sebanyak 110 jembatan guna meningkatkan konektivitas masyarakat di berbagai wilayah. Hingga saat ini, sebanyak 27 jembatan telah rampung 100 persen, termasuk di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa, 17 Maret 2026.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Total terdapat 110 jembatan dalam keseluruhan program, di mana tahap pertama sebanyak 27 jembatan telah terwujud. Sisanya 83 jembatan, beberapa sudah masuk proses pembangunan dan sebagian memasuki tahap groundbreaking,” kata Herry.

Baca Juga  Bantuan Kemanusiaan Alumni Akpol 1991 Tiba di Aceh

Ia menjelaskan, angka 110 yang digunakan dalam program ini bukan sekadar jumlah, melainkan memiliki makna filosofis sebagai simbol nilai Satyahaprabu, yakni kesetiaan kepada negara dan pemimpin.

“Jumlah 110 atau ‘Satu-Satu-Kosong’ ini melambangkan nilai Satyahaprabu, yang artinya setia kepada negara dan pemimpin,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut juga menjadi implementasi dari konsep Polri Presisi yang menekankan pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Presisi merupakan visi Bapak Kapolri yang menekankan etika pengabdian. Presisi adalah cara kita memastikan bahwa setiap langkah Polri selalu bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga  Jembatan Meunasah Krueng Peudada Resmi Dibuka, Akses Warga Lancar

Lebih lanjut, Herry menilai keberadaan jembatan memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah, terutama di Provinsi Riau yang memiliki banyak aliran sungai besar.

“Tidak ada peradaban besar yang lahir dari keterasingan. Peradaban tumbuh ketika manusia saling terhubung dan saling menguatkan,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan penolong masyarakat.

“Khairunnas anfa’uhum linnas. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.