Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan implementasi program Strengthening Infectious Disease Detection Systems–Global Health Security (STRIDES–GHS) pada 2026 untuk memperkuat deteksi dini dan pengendalian penyakit zoonotik di Indonesia.
Program STRIDES dirancang guna meningkatkan kapasitas nasional dalam mendeteksi dan merespons penyakit menular, khususnya yang bersumber dari hewan dan berpotensi menular ke manusia. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai penting mengingat wabah pada ternak tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat serta stabilitas ekonomi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, mengatakan pengendalian penyakit menjadi fondasi pelaksanaan program prioritas nasional di sektor pertanian dan peternakan.
“Ada tiga program prioritas Presiden yang menjadi fokus Kementerian Pertanian saat ini, yakni swasembada pangan, hilirisasi peternakan, dan MBG. Ketiganya sangat bergantung pada kemampuan kita dalam mengendalikan penyakit,” ujar Nuryani dalam rapat pembahasan rencana kerja program di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin, menekankan pentingnya kemitraan yang konkret dan berkelanjutan agar implementasi program berjalan efektif serta memberikan dampak nyata.
“Kami berharap diskusi ini menghasilkan keselarasan prioritas antara Kementerian Pertanian dan kami, disertai komitmen bersama, pembagian peran yang jelas, serta langkah tindak lanjut yang konkret sehingga implementasi kegiatan benar-benar memberi dampak,” kata Enilda.
Melalui pendekatan di wilayah berisiko tinggi, STRIDES diharapkan memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, hingga mitigasi wabah penyakit. Program ini juga mendukung penguatan sistem agrifood nasional dari hulu hingga hilir.
Kementan menegaskan kesiapan sistem kesehatan hewan menjadi kunci untuk melindungi masyarakat, menjaga keberlanjutan produksi pangan, serta memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi potensi ancaman penyakit baru.***











