Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran di Gampong Keude, Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Jumat, 27 Februari 2026.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 malam di kawasan dekat Jembatan Punti itu menghanguskan delapan unit rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha warga. Akibat peristiwa tersebut, delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan.
Dalam kunjungannya, Al-Farlaky menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan darurat, antara lain bahan pangan, perlengkapan dasar rumah tangga, pakaian anak usia sekolah, serta susu untuk bayi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas musibah ini. Pemerintah tidak akan tinggal diam ketika ada warga yang tertimpa bencana,” ujar Al-Farlaky.
Ia mengatakan penanganan awal telah dilakukan dan kebutuhan mendesak sudah disalurkan. Namun, ia meminta aparatur gampong dan kecamatan terus berkoordinasi apabila masih terdapat kebutuhan lain yang perlu segera dipenuhi.
“Silakan sampaikan kepada keuchik dan camat jika ada kebutuhan tambahan. Kita akan koordinasikan agar penanganannya tepat dan cepat,” katanya.
Selain bantuan darurat, pemerintah daerah juga akan mendata seluruh rumah yang terbakar untuk diusulkan memperoleh bantuan lanjutan ke Pemerintah Provinsi Aceh.
“Rumah yang terbakar akan kita upayakan untuk diusulkan ke provinsi. Kami mohon masyarakat terdampak bersabar karena ada proses administrasi yang harus dilalui,” tambahnya.
Usai meninjau lokasi kebakaran, Bupati bersama rombongan melanjutkan agenda dengan bertakziah ke rumah duka almarhumah Hawa Nurlianti (29) di Gampong Bangka Rimueng. Korban meninggal dunia setelah tertimpa pohon iboh yang tumbang.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga meninjau lokasi kejadian dan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Almarhumah meninggalkan seorang anak yang selamat karena berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi, bersama adik korban yang tidur di kamar yang sama.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.
Bupati juga meminta jajaran terkait untuk memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak almarhumah, agar mendapatkan pendampingan yang diperlukan.
Kunjungan ke dua lokasi musibah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam memastikan warga terdampak memperoleh perhatian dan bantuan secara langsung.***











