Berita Utama

13 Rumah Hangus Terbakar, Dua ASN Kemenag Turut Jadi Korban

Bambang Iskandar Martin
×

13 Rumah Hangus Terbakar, Dua ASN Kemenag Turut Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tenggara menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

Byklik.com | Kutacane – Kebakaran menghanguskan 13 rumah warga di Desa Kelapa Gading, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, termasuk dua rumah yang ditempati aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama.

Merespons musibah tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tenggara menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban, Selasa, 6 Oktober 2026.

Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan awal warga yang terdampak kebakaran. Penyaluran bantuan sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas Kemenag Aceh Tenggara terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

Baca Juga  Seorang Bocah Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Aceh Utara

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tenggara, Nasruddin, mengatakan kebakaran yang menimpa warga merupakan keprihatinan bersama. Menurutnya, Kemenag berupaya hadir untuk memberikan dukungan kepada para korban, termasuk ASN di lingkungan Kemenag yang turut terdampak.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Kementerian Agama Aceh Tenggara kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Nasruddin berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah serta dapat segera memulihkan kondisi kehidupan mereka setelah kebakaran.

Baca Juga  Dua Hari Dipadamkan, Api Karhutla di Aceh Barat Masih Menjalar

Ia juga mengharapkan dukungan berbagai pihak terus diberikan kepada warga terdampak, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan pascakebakaran.

Menurut Nasruddin, kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi musibah yang membutuhkan dukungan bersama.

Bantuan masa panik tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan korban dan keluarga serta membantu mereka melewati masa awal pemulihan setelah kebakaran.***